Koalisi Rakyat Lampung untuk Pemilu Bersih (KRLUPB) ikut terusik atas polemik larangan Unila agar akademisinya tak bicara ke publik alias bungkam

“Publik balik bertanya mengapa harus melarang dosen dan mahasiswa untuk menyuarakan kebenaran?” tanya Rakhmat Husein DC kepada Kantor Berita RMOLLampung, Selasa (10/3).

Koordinator KRLUPB itu mempertanyakan apakah Juru Bicara Rektor Unila Nanang Trenggono sudah di bawah tekanan kekuasaan saat ini?

Sekretaris KRLUPB Aryanto Yusuf ikut heran sampai akademisi yang hendak berpendapat harus sesuai kualifikasikasi tertentu.

Siapapun warga negara Indonesia sejatinya bebas berpendapat untuk menyuarakan kebenaran kepada publik, katanya.

Kedua penggiat demokrasi itu titip salam kepada Nanang Trenggono agar ingat pesan Ustad Abdul Somad: Saat kita menggenggam kekuasaan, bantu perjuangkan agama Allah, bantu rakyat.

Menurut mereka, silahkan saja Unila menikmati fasilitas dari Gubernur Lampung Arinal Djunaidi tapi tidak lantas membungkam suara dan pendapat kritis atas kebijakan pemerintah.

Justru, kata mereka, hikmah di balik banyaknya akademisi yang kritis hakekatnya banyak orang yang sayang terhadap Gubernur Arinal.

“Para akademisi mengingatkan Babang Arinal agar tidak tersesat dan masuk dalam jurang,” kata Rakhmat Husein.

Atau, lanjutnya, Rektor Unila dan jubirnya sengaja menggiring Arinal Djunaidi terporosok asyik dalam kekeliruan dan tidak ada yang boleh mengingatkannya.

“Saran saya, dari kegaduhan di jagad sosmed hari ini harusnya Nanang dengan rasa malu mundur saja dari jabatan sebagai juru bicara dan fokus saja mengajar mahasiswa dan belajar kembali soal kebebasan berpendapat dan berdemokrasi,” ujar Rakhmat Husein.

Walau, bulan lalu, Gubernur Arinal berstatment akan melibatkan Unila dalam kepemimpinannya harusnya hal tersebut tidak mengurangi Rektor atau akademisi Unila untuk tetap keras bersuara dan berpendapat demi mewujudkan Lampung Berjaya.

Bukan malah Rektor bersembunyi dari publik di belakang juru bicara.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here