Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Lampung, Taufik Hidayat/RMOLLampung

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM, Victoria Br Simanungkalit mengatakan ekspor kopi asal Lampung di periode Januari-Juli 2019 mencapai 90,2 ton atau senilai Rp 1,8 triliun.

Hal ini disampaikan dalam seminar Merealisasikan Peluang Ekspor Produk Indonesia ke Eropa Barat dan Selatan di Hotel Sheraton Bandarlampung, Selasa (18/2).

“Lampung adalah pemasok kopi robusta terbesar di Indonesia dengan produksi rata-rata 100 ribu-120 ribu ton per tahun dengan luas kebun 163.837 ha,” jelasnya.

Tambahanya, ada 6 negara terbesar pengimpor kopi robustas Lampung yaitu Malaysia, Italia, Giorgia, Maroko, Jepang dan Mesir.

“Italia mencapai 25.396,2 ton, Jerman mencapai 12.186 ton, Portugal mencapai 1.659,6 ton,” jelasnya.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Lampung, Taufik Hidayat mengatakan banyak potensi pertanian di Lampung yang bisa diekspor ke Eropa.

“Komoditas pertanian yang berpotensi banyak mulai dari cengkeh, lada, kelapa dan masih banyak lagi. Tinggal dikembangkan saja,” ujarnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here