KNPI Bandarlampung: Bukannya Evaluasi, Adek Asyari Justru Bikin Gaduh!

Ketua DPD KNPI Bandarlampung Iqbal Ardiansyah/ RMOLLampung
Ketua DPD KNPI Bandarlampung Iqbal Ardiansyah/ RMOLLampung

DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bandarlampung menilai pernyataan anggota Bawaslu Lampung, Adek Asyari mengenai penggerebekan camat, lurah, RT dan Linmas di kediaman Panwas Sukamenanti, Kedaton bernama Fitri, provokatif dan bikin gaduh.


Menurut Ketua DPD KNPI Bandarlampung Iqbal Ardiansyah, sedikitnya ada 6 poin yang menjadi perhatian KNPI terhadap pernyataan Adek di beberapa media.

"Pertama, statement pengawas pemilu urusan Bawaslu, seolah-olah yang berkepentingan menciptakan pilkada damai dan bersih hanya Bawaslu. Kami sebagai pemuda Bandarlampung sangat berkepentingan, salah kalau anggota Bawaslu mengeluarkan pernyataan seperti itu," tegas dia, bersama jajaran saat menggelar konfrensi pers di kantor KNPI Bandarlampung, Rabu (16/9).

Padahal, lanjutnya, selama ini Bawaslu selalu mengajak elemen masyarakat dan pemerintah untuk menciptakan pemilu yang aman dan bersih.

"Kemudian, ketika ranah bawaslu dibantu, adek asyari mengatakan untuk apa ada Bawaslu, bubarkan sja Bawaslu. Seharusnya, ketika elemen masyarakat, pemerintah membantu kinerja Bawaslu diapresiasi dong," tambahnya.

Pernyataan Adek, dinilai Iqbal provokatif dan membuat gaduh. Seharusnya yang berteriak bubarkan Bawaslu itu elemen masyarakat karena fungsi Bawaslu tidak berjalan.

"Ketiga, bekerjalah sesuai tupoksi. Tupoksi bawaslu adalah pengawasan, ketika terjadi penggrebekan dari elemen dan temuan elemen masyarakat artinya tupoksi Bawaslu tidak berjalan maksimal," tambahnya.

"Yang sangat provokatif yaitu seolah-olah Pemkot Bandarlampung baik camat, lurah dan lainnya dibilang cawe-cawe soal sosialisasi," kata dia.

Menurutnya, regulasi mengenai sosialisasi di tengah pandemi harus dibuat sehingga keributan seperti kasus ini tidak terjadi lagi.

"Kelima, tentang lurah camat RT pada hebat, padahal menurut saya mereka membantu tugas Bawaslu," ujarnya.

"Terakhir, adek asyari mengaitkan peristiwa kemarin ke istri wali kota Bandarlampung yang ikut menyalonkan diri. Ini membuat gaduh dan tidak beralasan, ini opini yang provokatif," kata dia.

Pernyataan Adek membuat pihaknya mempertanyakan  profesionalisme dan kredibilitasnya sebagai anggota bawaslu.

"Saya rasa seharusnya dengan kejadian penggerebekan kemarin menjadi ranah evaluasi internal Bawaslu untuk memperbaiki kinerjanya ke bawah, bukan menjadikan pilkada ricuh dan provokatif," pungkasnya.