23.4 C
Bandar Lampung
Selasa 14 Juli, 2020 02:49 WIB
Beranda KAMPUS Kilas Tilas 22 Tahun Organisasi Kemahasiswaan

Kilas Tilas 22 Tahun Organisasi Kemahasiswaan

Oleh Suhendra Ratu Prawiranegara

SETELAH puncak aksi reformasi pada bulan Mei 1998, pascalengsernya HM Soeharto dari kursi kepresidenan dan digantikan oleh BJ Habibie, spirit baru kehidupan aktivis kemahasiswaan dan organ kemahasiswaan intra kampus.

Dapat dikatakan bahwa hanya Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta satu-satunya kampus yang masih bertahan dengan konsep Dewan Mahasiswa (Dema).

Dema yang dipopulerkan dengan istilah student government pascadibekukan oleh Mendikbud Daoed Joesoef yang kemudian berubah dengan konsep NKK-BKK.

Pascaaksi-aksi demontrasi mahasiswa seperti peristiwa Malari (Aksi Limabelas Januari) yang dimotori aktivis mahasiswa Hariman Siregar disusul kemudian aksi-aksi aktivis kampus seperti Dipo Alam, Rizal Ramli, Magdir Ismail dan lain-lain, maka Orde Baru melalui Departeman P dan K dibawah kepemimpinan Menteri Daoed Joesoef menganggap perlu untuk dibubarkannya Dema dengan alasan demi stabilitas politik kampus yang mudah dapat dikontrol oleh pemerintah.

Diberlakukannya SMPT (Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi) secara organisatoris telah memberikan ruang bagi pihak rektorat dan perangkatnya untuk mengontrol segala bentuk aktivitas organisasi kemahasiswaan intra kampus.

Pada era tahun 1980-an sampai dengan tahun 1990-an, banyak sekali aktivis-aktivis mahasiswa yang berurusan dengan aparat keamanan.

Tak jarang pula, aktivis mahasiswa harus mendekam dalam tahanan akibat sikap dan lantangnya suara kritis terhadap penguasa.

Aksi-aksi kritis aktivis mahasiswa dalam menyuarakan kebebasan akademik terus dibungkam.

Embrio Kelahiran BEM

Runtuhnya kekuasaan Orde Baru dan digantikan Orde Reformasi merupakan momentum baru bagi perubahan kehidupan kampus khususnya lembaga/ organisasi kemahasiswaan.

Pada medio 1998, sebagai pimpinan aktivis dan organisasi mahasiswa UII Yogyakarta, kami yang terdiri Ridwan Baswedan (Ketua DPM UII saat itu), Suhendra Ratu Prawiranegara (Ketua Komisi Organisasi merangkap Wakil Ketua DPM UII) Budi R (Sekjen), M. Amrullah (Wasekjen), Desmon Irawan, M. Afifi (Ketua Umum LEM UII) memiliki gagasan dan ide untuk menawarkan konsep organisasi kemahasiswaan yang selama ini tetap terus berlaku di kampus UII kepada pemerintah.

Selang waktu yang tidak begitu lama, pemikiran ini kami sampaikan kepada pimpinan kampus UII, pihak rektorat, melalui Pembantu Rektor I, Dr. Mahfud MD dan Wakil Ketua Yayasan Badan Wakaf UII, Prof. Djazman Alkindi (cucu KH. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah).

Pimpinan kampus mendukung ide dan gagasan ini. Selanjutnya menyarankan untuk disampaikan kepada Presiden Habibie melalui sekretarisnya Prof. Watik Pratiknya.

Akhirnya, kami pun mendapatkan jawaban dan respon positif dari Presiden Habibie. Beliau minta agar segera berkoordinasi dengan Mendikbud Juwono Sudarsono.

Kami menyiapkan konsep organisasi kemahasiswaan yang menurut hemat kami tepat untuk diaplikasi pada era keterbukaan reformasi.

Kami tidak kesulitan dalam menyusun konsep organisasi kemahasiswaan tersebut dikarenakan sudah puluhan tahun UII konsisten menggunakannya.

Setelah konsep tersebut kami anggap final dan matang, akhirnya atas seijin dari Allah SWT, kami diterima secara khusus oleh Mendikbud Juwono Sudarsono, didampingi oleh Dirjen Dikti dan Direktur Kemahasiswaan Depdikbud.

Sebagai juru bicara dalam pertemuan tersebut, saya diberi kesempatan oleh Mendikbud Juwono Sudarsono untuk menyampaikan maksud dan tujuan pertemuan dan selanjutnya dilanjutkan diskusi atas konsep organisasi kemahasiswaan yang kami tawarkan.

Suasana diskusi sangat kondusif dan penuh kehangatan. Penghujung diskusi, Ridwan Baswedan menyampaikan pokok-pokok rekomendasi atas ide yang kami sampaikan.

Pada perjalanannya dalam era pemerintahan BJ. Habibie organisasi kemahasiswaan yang kami sampaikan diterima, disesuaikan dan diaplikasi dengan iklim kampus dalam Era Reformasi yang menghargai kebebasan akademis khususnya bagi aktivitas organisasi kemahasiswaan.

* Eks Tim Penggagas Organisasi Kemahasiswaan (BEM), Eks Wakil Ketua DPM UII Yogyakarta (1994-1998)

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Pejuang Bravo Lima Konsolidasi Kepengurusan Dan Kawal Jokowi-Maruf

Pejuang Bravo Lima (PBL) Lampung konsolidasi dalam rangka prakondisi pemantapan pelantikan kepengurusan periode 2019-2024. Acara berlangsung di Emerald Bistro, Emerald Hill Residence, Jl RE Martadinata, Kelurahan...

2.465 Penyelenggara Pilkada Waykanan Jalani Pemeriksaan Kesehatan

 Sebanyak 2.465 orang penyelenggara adhoc Pilkada termasuk seluruh Pimpinan dan staf KPU Waykanan menjalani pemeriksaan kesehatan, Senin (12/7).

Kursi Nasir-Naldi Sudah Cukup Berlayar Di Pilkada Pesawaran

Kursi dukungan terhadap pasangan M. Nasir dan Naldi Rinara S Rizal sudah cukup untuk berlayar mengikuti kontestasi Pilkada 2020 Kabupaten Pesawaran. Setelah sebelumnya mengantongi empat...

Nasir-Naldi Terima Rekomendasi Pencalonan Dari DPP PAN

DPP Partai Amanat Nasional (PAN) menyerahkan dukungannya kepada M. Nasir dan Naldi Rinara S Rizal sebagai pasangan kepala daerah pada Pilkada Serentak 2020 Kabupaten...
Translate ┬╗