25.5 C
Bandar Lampung
Kamis 16 Juli, 2020 08:14 WIB
Beranda KH Ma'ruf Amin : Gerakan "Wiro Sableng" Sudah Wassalam
Array

KH Ma’ruf Amin : Gerakan “Wiro Sableng” Sudah Wassalam

RMOLLampung. Semakin dekat Reuni 212, Kiai Ma’ruf Amin menanggapinya. Menurut cawapres ini, gerakan memenjarakan Ahok ini sudah wassalam, tak perlu diteruskan lagi.

“Buat saya, 212 sudah selesai dan bubar,” ujar KH Ma’ruf kepada wartawan, saat menghadiri Milad ke-75 Pesantren Nur El Falah di Petir, Serang, Provinsi Banten, Minggu (25/11).

Sang Kiai punya cerita kenapa Aksi 212 yang dikomandoi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI ini dianggapnya wassalam.
Menurutnya, aksi ini telah mencapai tujuannya, yaitu memasukkan eks gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ke dalam penjara sebagai penista Agama Islam.
Kini, kata Ma’ruf, Aksi 212 justru kembali dihidupkan oleh kelompok tertentu dengan nama Persaudaraan Alumni (PA) 212 atau Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF)-Ulama.

“Yang ini tidak jelas tujuannya. Malah jadi kegiatan politik,” tegasnya.
Menanggapi hal ini Ketua GNPF-Ulama Yusuf Martak mengakui, GNPF MUI sudah ‘bubar’ dan berganti nama menjadi GNPF Ulama.

Dijabarkannya, GNPF Ulama tercetus karena tak ada kaitannya lagi dengan MUI.

Sama halnya dengan GNPF Ulama, 212 berubah menjadi PA 212 karena ingin memperluas keorganisasian. Yusuf bilang, ‘bubar’-nya 212 berganti menjadi PA 212 membuat pengurusan ormas itu lebih luas.

“Ini kan reuni, reuni 212. Itu reuni atas aksi yang pernah dilakukan di 212 yang kebetulan dihadiri oleh beberapa umat Islam dan simpatisan dari semua di Jabodatabek dari beberapa daerah. Karena acara itu berjalan sukses, hikmat, baik, tentram, aman, damai. Maka tak ada salahnya diadakan reuni,” kata Yusuf Martak saat dihubungi, kemarin.

Soal acara reuni 212, Yusuf menegaskan sudah mendapat perizinan menggunakan Monas dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Panitia reuni juga sudah mengirim surat pemberitahuan kepada kepolisan. “Izinnya juga sudah keluar dari Gubernur dan pemberitahuan kepada aparat juga sudah selesai. Jadi santai aja,” imbuhnya.

Yusuf juga mengatakan pemerintah tak perlu khawatir dengan reuni 212 yang momennya berdekatan dengan Pilpres 2019. Menurutnya jika ada salah satu capres yang was-was citranya redup karena reuni 212, dipersilakan membuat kegiatan serupa.

Di dunia maya, soal reuni 212 juga ramai diperbincangkan.

“Monas, di bangun oleh pemerintah untuk tempat wisata keluarga bukan buat tempat reuni kelompok Wiro Sableng 212. Anies kan gubernur tak tau aturan Monas di izin kan buat reuni PA 212,” cuit @andhika88410749.
Eks Anggota Demokrat, Nazaruddin Sjamsudin justru memberi masukan kepada Presiden Jokowi soal ini. “Daripada merisaukan reuni 212, lebih baik pemerintah memanfaatkannya sebagai sarana promosi Indonesia ke dunia internasional secara gratis.

Membantu acara itu berlangsung aman damai justru membantu usaha pemerintah mempromosikan investasi dan turisme. Kalo nakut-nakutin dunia, yang akan rugi pemerintah juga. Be smart!” saran @nazarsjamsuddin. [hms]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Yuhadi Merasa Tak Dihargai Hanya Diterima Office Boy

Pada pidato pembukaan Musda X Golkar Bandarlampung, sebagai petinggi partai, Yuhadi merasa tak dihargai hanya diterima office boy (OB) ketika memberikan bantuan APD di...

Erwin, Dosen Unila Dan Mantan Bupati, Meninggal Dunia

Bupati Lampung Timur periode 2011-2015, Erwin Arifin meninggal dunia di RS Urip Sumoharjo, Kota Bandarlampung, Rabu sore (15/7). Erwin yang meninggal karena sakit dalam usia...

Ini Kepengurusan Golkar Kota Bandarlampung

Selang beberapa jam terpilih kembali memimpin DPD II Partai Golkar Kota Bandarlampung, Yuhadi langsung menyusun "kabinet" kepengurusannya. Wajah-wajah kader senior partai ini masih mewarnai kepengurusan...

Baru Lamsel Dan Lamtim Realisasikan Anggaran Pilkada 100 Persen

 Hingga 15 Juli sebagai hari terakhir batas kelonggaran bagi pemerintah daerah untuk melakukan transfer anggaran pilkada 100 persen...
Translate »