29.9 C
Bandar Lampung
Sabtu 6 Juni, 2020 15:57 WIB
Beranda POLITIK Ketum KNPI Geli, Diprotes Kejar Tayang RUU, Malah Pencitraan Di Depan Mahasiswa

Ketum KNPI Geli, Diprotes Kejar Tayang RUU, Malah Pencitraan Di Depan Mahasiswa

RMOLLampung. Kejar tayang dalam pengesahan RUU yang menumpuk di penghujung masa jabatan DPR periode 2014-2019 dinilai menjadi akar dari gelombang aksi mahasiswa di gedung DPR dan sejumlah daerah di Indonesia.

Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Haris Pratama menyayangkan sikap DPR yang seolah terburu-buru dalam membahas sejumlah RUU tersebut dan mengabaikan aspirasi masyarakat.

“Selama ini DPR ke mana saja? Kok tiba-tiba di penghujung akhir, dikit lagi 1 Oktober pergantian jabatan, sejumlah RUU mau disahkan. Belum lagi pelantikan KPK dan BPK. Ini menggelikan,” ujarnya seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (27/9).

Haris merasa muak dengan sikap sejumlah anggota dewan yang seolah memanfaatkan momentum demo mahasiswa sebagai ajang pencitraan.

Dia kemudian mencontohkan perilaku yang ditunjukkan Ketua DPR Bambang Soesatyo. Bamsoet, sapaan akrab Bambang, seolah menjadi pahlawan dengan menemui mahasiswa yang berdemo di depan gedung DPR. Bahkan media secara bombastis memberitakan perihal Bamsoet yang terkena gas air mata.

“Ini menggelikan, ini bukan soal menemui mahasiswa atau tidak. Tapi dia sebagai ketua DPR, pimpin lembaga DPR yang bener dong. Masak di ujung jabatan dia ketok palu semua,” tegasnya.

Bagi Haris, penerimaan Bamsoet kepada mahasiswa merupakan hal yang biasa dan tidak ada yang istimewa. Toh sekalipun mahasiswa ditemui, RUU yang disahkan tidak bisa diubah. Sementara RUU yang dibahas hanya ditunda, bukan dicabut sesuai tuntutan mahasiswa.

“Seharusnya sebelum ada riak-riak ini, dia sudah kerjakan semuanya. Saya mau tanya, selama ini ke mana saja. Jadi wajar kalau hari ini muncul ketidakpercayaan mahasiswa pada DPR,” tutup waketum PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) itu. [fak]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Delapan OPD Pemkab Pesawaran MoU Dengan Kejari

  Delapan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Pesawaran jalin Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat.

Tak Ada Pemasukan, Mantan Dosen Curi Handbody Dan Sampo

 Seorang mantan dosen perguruan tinggi swasta di Jakarta tertangkap mencuri ratusan botol handbody dan sampo di lima minimarket...

KPU Gelar Uji Publik Pilkada 2020 Secara Virtual

   Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar uji publik terkait rancangan Peraturan KPU (PKPU) tentang Pilkada Serentak 2020 dalam kondisi...

Bantuan PKH Dan BPNT Di Pekon Sukaraja Semaka Carut Marut

 Carut marut terjadi dalam penyaluran Bantuan Kesejahteraan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)...
Translate ┬╗