Ketua KPK: Jangan Kotori Pilkada Di Lampung Dengan Money Politic

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Firli Bahuri menginginkan Pilkada di Lampung  tidak dikotori money politic.


Firli Bahuri mengatakan, ada dua tujuan dirinya datang ke Lampung, yakni terkait metode pencegahan korupsi dan juga persiapan untuk Pilkada 2020.

"Ya, maksud dan tujuan kami datang ke Lampung karena ingin mensosialisasikan terkait pilkada tanpa money politik dan menghimbau agar tidak korupsi," kata Firli di Gedung Pusiban, lingkungan Pemprov Lampung, Kamis (6/8).

Ia menambahkan, untuk di Lampung sendiri ada 8 kabupaten/kota yang akan menyelenggarakan Pilkada serentak pada Desember 2020 mendatang. Maka dari itu kami datang untuk mensosialisasikan serta menginginkan pilkada 2020 di Lampung harus bersih

"Semoga Pilkada ini bisa berjalan tanpa adanya money politic, sehingga dapat menumbuhkan pemimpin yang tanpa embel-embel uang," harapnya.

Diketahui, bahwa salah satu penyebab korupsi adalah besarnya ongkos politik saat pilkada.

Kemudian, sebagai informasi KPK akan membuatkan fakta  integritas agar tidak terjadi money politic dan pilkada berjalan dengan adil, jujur serta jauh dari kecurangan sehingga nanti pilkada ini bisa menghasilkan para pemimpin daerah yang bisa membawa dan mewujudkan tujuan negara kita.

"Dimana tujuan Negara Republik Indonesia tercantum  dalam undang-undang 1945 alinea keempat yang berbunyi tentang melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa," katanya.

Selain itu, kita juga akan melakukan monitoring terkait seluruh pelaksanaan program pemerintah serta melakukan berbagai macam cara agar dapat memberantas korupsi baik secara langsung maupun secara fisik

"Kita bangun itu karena kita sepakat bahwa seluruh elemen masyarakat tentu paham betul bahwa pemilihan kepala daerah tidak boleh ada kegiatan money politik," tutupnya.