RMOLLampung. Ketua DPRD Bandarlampung Wiyadi dan tiga orang lainnya jadi saksi sidang Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) RI terkait lelang proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) Kota Bandarlampung yang dianggap tak fair.

KPPU RI meminta keterangan empat saksi dalam sidang yang digelar Ketua Majelis Komisi Ukay Karyadi, Chandra Setiawan dan Dinni Melanie sebagai Anggota Majelis di Gedung G Paskasarjana FEB Unila, Rabu (6/11).

Keempat saksi staf Adminstrasi Umum Litbang PDAM Way Rilau Kota Bandarlampung Dadan Wardhana, pensiunan PDAM Wayrilau Kota Bandarlampung Siti Khoisiah, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pola Pardede selaku kuasa hukum Wali Kota Bandarlampung, dan Ketua DPRD Bandarlampung Wiyadi.

Hadir pula wakil dari Terlapor I Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Wayrilau Kota Bandarlampung, wakil Terlapor II PT Bangun Cipta Kontraktor dan kuasa hukum Terlapor III PT Bangun Tjipta Sarana..

Siswanto, salah satu investigator, pengadaan proyek ditengarai tidak fair.

Dari 5-7 rekanan, tiga yang terpilih dan akhirnya satu perusahaan yang ditengarai tidak fair.

Dari sidang keempat saksi, KPPU RI total sudah memeriksa 15 saksi.

Minggu depan (12/11), KPPU RI menggelar sidang lanjutan untuk memeriksa beberapa saksi lagi. [hms] 

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here