23.3 C
Bandar Lampung
Sabtu 6 Juni, 2020 02:34 WIB
Beranda EKONOMI Kenaikan Cukai Bikin Cemas Petani Tembakau

Kenaikan Cukai Bikin Cemas Petani Tembakau

Terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 152/2019 tentang cukai akan ancam keberlangsungan industri rokok. Terutama kehidupan petani tembakau dan cengkeh yang terdampak langsung dari kenaikan cukai ini.

Begitu dikatakan Koordinator Koalisi Tembakau, Dita Indah Sari saat melakukan audiensi bersama Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Gedung Nusantara I, Komplek Parlemen, Jakarta, dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Senin (28/10).

Audiensi ini diterima Sekretaris Fraksi PKB, Fathan Subkhi bersama Anggota Fraksi PKB, Latifah Sohib dan Daniel Johan.

Sebab, kata Dita, dalam PMK tersebut pemerintah memutuskan untuk menaikkan cukai rokok dengan nilai yang tidak kecil.

“Untuk rokok putih mesin naik 29,95 persen, rokok kretek mesin naik 23,29 persen, dan rokok kretek tangan naik 12 persen,” ujarnya.

Akibatnya, imbuh Dita, harga rokok akan naik pada kisaran Rp 2000 sampai Rp 7000 per bungkus. Hal ini otomatis berdampak langsung terhadap serapan hasil tembakau dan cengkeh dari petani karena pabrik akan mengurangi jumlah produksi.

“Contoh, saat cukai naik 2019 saja, serapan menurun sekitar 15 persen akibat penjualan menurun, khususnya untuk kretek tangan,” jelasnya.

Selain soal serapan hasil petani, sambung Dita, pabrik juga akan melakukan efisiensi. Karena dengan kenaikan harga juga akan berdampak pada daya beli di pasaran.

“Menurut Asosiasi Masyarakat Tembakau, setiap kenaikan (cukai) 5 persen diperkirakan ada 7.000 buruh kena PHK,” tandasnya. [adp]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Translate ยป