26.3 C
Bandar Lampung
Sabtu 8 Agustus, 2020 09:54 WIB
Beranda Kemkominfo: JMSI Penting Hadapi Informasi Global
Array

Kemkominfo: JMSI Penting Hadapi Informasi Global

Kementerian Komunikasi dan Informatika mengatakan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) penting dalam menghadapi tantangan informasi global.

Deklarasi JMSI merupakan cara yang pantas untuk menyikapi tantangan besar yang sedang dihadapi khususnya dunia pers dan Bangsa Indonesia secara umum.

Demikian dikatakan Staf Ahli Menteri Kominfo Prof. Dr. Henri Subiakto ketika menyampaikan sambutannya dalam deklarasi yang diselenggarakan di Ruang Mendawai Hotel Aria Barito, Banjarmasin, Sabtu (8/2).

Prof. Henri Subiakto mengatakan media massa berbasis internet sesungguhnya tidak bersaing dengan sesama mereka.

Tapi juga, katanya, harus bersaing dengan penyedia konten individual yang mendapatkan keuntungan dengan menyediakan konten beragam dan menarik minat masyarakat.

“Tidak selamanya media dalam bentuk perusahaan seperti yang Bapak-bapak kerjakan,” ujar Prof. Henri Subiakto.

Dia menyebut sejumlah nama pesohor di dunia maya seperti Atta Halilintar, Awkarin yang punya nama asli Karin Novilda, juga Ria Ricis yang punya nama asli Ria Yunita.

Harian Inggris The Sun melaporkan baru-baru ini Atta Halilintar mendapatkan keuntungan setara Rp 22 miliar setiap bulan. Sementara Awkarin yang memilih berhenti dari Fakultas Kedokteran UI mendapatkan keuntungan sekitar Rp 300 juta sampai Rp 500 juta per bulan.

“Mereka tidak perlu wartawan lagi. Mereka tidak merasa harus menjadi bagian dari organisasi wartawan atau organisasi perusahaan media,” ujar Prof. Henri Subiakto.

Everybody can be a journalist. Itulah sebabnya muncul persoalan seperti hoax, atau banyak information disorder, istilah yang disampaikan Pak Presiden tadi,” sambungnya.

Selain untuk menghadapi tantangan dari dalam negeri, JMSI juga dibutuhkan untuk menghadapi tantangan dari luar negeri dalam bentuk beroperasinya apa yang disebut sebagai OTT (over the top), seperti Google, Youtube, Facebook, Instagram.

Setelah deklarasi, peserta yang merupakan perwakilan dari 21 provinsi secara aklamasi menunjuk Mahmud Marhaba sebagai Pelaksana Tugas Ketua Umum untuk menyelenggarakan Munas di Riau sekitar bulan Juli. Peserta deklarasi JMSI juga memutuskan pembentukan dua komite untuk membahas AD/ART dan pembuatan badan hukum.

Sementara itu secara terpisah Wakil Ketua Dewan Pers, Hendry Ch Bangun, menyambut baik deklarasi JMSI dan mempersilakan JMSI mendaftar ke Dewan Pers untuk menjadi konstituen Dewan Pers.

Deklarasi dihadiri sejumlah tokoh pers nasional seperti Ilham Bintang, Sasongkotedjo, Rossiana Silalahi, dan Teguh Santosa, serta tokoh pers daerah seperti Dheni Kurnia, Mursyid Sonsang, Syahrial Aziz, dan Mahmud Marhaba serta Walikota Kota Banjarmasin Ibnu Sina.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Mobil Ambulan Dari Lampura Kecelakaan Parah Di Jembatan Layang MBK

Mobil ambulan dari Bukitkemuning, Kabupaten Lampung Utara kecelakaan parah di Jalan Layang MBK, Kota Bandarlampung, Sabtu (8/8), pukul 01.00 WIB. Akibatnya, mobil yang sedang membawa...

Bawaslu Pesibar Dapat Nilai Memuaskan Pada Pelatihan Sengketa Pilkada

Bawaslu Pesisir Barat lulus dengan nilai sangat memuaskan dari Mahkamah Agung RI pada Pelatihan Sengketa Pilkada di Hotel Artotel, Jakarta, Jumat (7/8). Pada pelatihan yang...

Pol PP Pemkot Bandarlampung Galak-Galak

Warga mengeluhkan perilaku Polisi Pamong Praja (PP) yang merangkap jadi juru parkir di Pemkot Bandarlampung. Ada yang kerap bersikap kasar terhadap warga. Rifki, salah seorang...

Advokat Pro Demokrasi Bantah Cabut Laporan Terhadap Yusuf Kohar

Perhimpunan Advokat Pro Demokrasi (PAPD) Lampung menyatakan hoaks lembaganya telah mencabut laporan dugaan pelanggaran pilkada oleh calon wali Kota Bandarlampung Yusuf Kohar. "Kami datang ke...
Translate »