Kemenkes Catat 174 Ribu Warga Terserang ISPA Akibat Karhutla

Kemenkes Catat 174 Ribu Warga Terserang ISPA Akibat Karhutla
Kabut tebal akibat karhutla di Kalimantan. (Foto: Istimewa)

Article Header Image Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kesehatan masyarakat menjadi perhatian serius. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sebanyak 174.694 warga mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat paparan asap karhutla selama Agustus hingga September 2026.

Menyikapi kondisi tersebut, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini mendesak pemerintah memperkuat layanan kesehatan dan perlindungan bagi masyarakat terdampak.

Menurut Yahya, paparan asap karhutla berisiko mengganggu kesehatan masyarakat secara luas, baik bagi warga yang terpapar langsung maupun mereka yang merasakan dampaknya secara tidak langsung.

"Semua warga menjadi rentan karena dampak karhutla dirasakan semua orang, baik secara langsung terhadap kesehatan maupun secara tidak langsung. Karena itu, penanganan awal bagi korban harus menjadi perhatian," ujar Yahya dalam keterangannya, Selasa, 13 Oktober 2026.

Ia meminta pemerintah memperluas akses pertolongan dini, meningkatkan pemantauan kesehatan warga yang terus terpapar asap, serta memastikan masyarakat dengan gangguan kesehatan serius memperoleh perawatan secara berkelanjutan.

Yahya menilai penanganan karhutla tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman api. Perlindungan kesehatan masyarakat juga perlu menjadi prioritas untuk mengurangi risiko penyakit akibat paparan asap.

Selain berdampak di dalam negeri, Yahya mengingatkan bahwa asap karhutla telah meluas hingga ke negara tetangga. Karena itu, ia mendesak pemerintah memperkuat langkah penanggulangan kebakaran agar dampaknya terhadap kesehatan masyarakat dapat ditekan.

"Kami berharap pemerintah dapat melakukan berbagai intervensi untuk segera mengatasi karhutla," tutup Yahya. Article Image

Editor : Tuti Nur Khomariyah

Kata Kunci


Berita Terkait