23.8 C
Bandar Lampung
Selasa 4 Agustus, 2020 06:53 WIB
Beranda KAMPUS Kemelut Antara Para Pendiri Dan Pembina Yayasan Saburai Bergulir Ke Meja Hijau

Kemelut Antara Para Pendiri Dan Pembina Yayasan Saburai Bergulir Ke Meja Hijau

Kemelut Yayasan Pendidikan Saburai (YPS) bergulir ke meja hijau. Salah seorang ahli waris pendiri YPS menggugat tiga pembina yayasan: Subki E Harun, Bambang Irawan, dan Slamet Abdul Latif

Namun, ketiganya tidak hadir pada sidang kedua di PN Tanjungkarang, Kamis (28/5). Pada sidang pertama, 17 Mei 2020, mereka juga tak hadir.

Kemelut ini terjadi gara-gara para pendiri yayasan merasa tak pernah mengangkat Subki E Harun dan kawan-kawan sebagai pembina yayasan.

Majelis Hakim PN Tanjungkarang akhirnya menunda kembali sidang perdata ini dengan alasan yang sama: para tergugat tidak ada yang hadir.

Pendiri YPS H. Amir Husin menggugat Subki E Harun, Bambang Irawan, dan Slamet Abdul Latif karena mengangkat para pembina YPS secara tidak sah, tidak melibatkan para pendiri.

Pada sidang kedua, Subki Elyas Harun hanya diwakili oleh kuasa hukumnya sedangkan dua tergugat lainnya mengirim surat keterangan tidak dapat hadir.

Tiga majelis hakim, Fitri Ramadhan, SH, Aslan Ainun, SH dan Hendri Irawan, SH memberi kesempatan kepada kedua pihak pada sidang media terakhir, Kamis, 11 Juni 2020.

Pihak keluarga para pendiri yang diwakili oleh Erie Rubini, SE, MM mengharapkan agar proses persidangan dapat berjalan lancar.

Oleh karena itu, dirinya mengharapkan agar para tergugat dapat hadir pada setiap kali sidang.

Kehadiran para tergugat sebagai bentuk taat dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Menurut Erie, proses di pengadilan tersebut merupakan salah satu upaya untuk menyelesaikan persoalan antara para pendiri YPS Tahun 1977 dengan pihak yang mengaku sebagai pembina YPS yang diketuai Subki E Harun.

Selain menggugat secara perdata, para pendiri Yayasan Pendidikan Saburai yang menaungi Universitas Saburai itu juga menggugat secara pidana ke Polda Lampung.

Polda Lampung juga sudah menindaklanjutinya dengan memanggil para pihak terkait untuk dimintai keterangan.

Gugatan secara pidana dan perdata tersebut dilakukan oleh para pendiri, karena Subki E Harun dan kawan-kawan diduga melakukan tindakan melawan hukum.

Subki dan kawan-kawan mengangkat para lembina YPS secara tidak sah, karena tidak melibatkan para pendiri yang sah yang diakui Kementerian Hukum dan HAM RI.
Sesuai akte pertama pendirin YPS Tahun 1977.

Para pendiri YPS ada tujuh orang terdiri dari Sarwoko, SH (ketua pendiri), Drs, Fauzi Saleh, Chaidir Achmad Akuan, Drs. Murni Yusuf Nur, Amir Husin, SH, Maryati Akuan, SH dan Rachman Zein, BA

Komposisi susunan pendiri tersebut sampai saat ini masih tercatat di Kantor Kementerian Hukum dan HAM dalam Surat Keputusan No. AHU-0000106. AH 01.05 Tahun 2020 sesuai dengan yang tercantum di dalam akte pendiriannya Tahun 1977.

Para pendiri yang masih hidup pada tahun 2002 yang lalu tidak pernah mengangkat Subki E Harun sebagai pembina.

ÔÇ£Jadi kedudukan Subki E Harun yang saat ini mengaku sebagai pembina YPS dipertanyakan, Karena para pendiri tidak pernah mengangkat Subki E Harun sebagai pembina YPS,ÔÇØ ujar salah seorang putra pendiri YPS Hertanto Roestyono.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Translate »