Kembali Pimpin MUI Lampung, Prof Mukri Tekankan Kolaborasi dan Pengabdian Umat

•DAERAH
externalexternalexternalexternal
Kembali Pimpin MUI Lampung, Prof Mukri Tekankan Kolaborasi dan Pengabdian Umat
Prof KH Moh Mukri kembali dipercaya memimpin Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung untuk masa khidmah 2026–2031/dok

Article Header Image Prof KH Moh Mukri kembali dipercaya memimpin Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung untuk masa khidmah 2026–2031. Ia terpilih secara aklamasi melalui musyawarah tim formatur dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI MUI Lampung di Hotel Horison, Bandar Lampung, Jumat, 16 Oktober 2026.

Kembali terpilih untuk periode kedua, Prof Mukri menegaskan pentingnya meluruskan niat dan memperkuat kolaborasi dalam menjalankan amanah organisasi. Menurutnya, kepengurusan MUI harus berorientasi pada pengabdian serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi umat dan masyarakat.

Selain menetapkan Prof Mukri sebagai Ketua Umum, Musda XI MUI Lampung juga memilih KH Sujadi Saddat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan untuk masa khidmah yang sama.

Proses pemilihan dilakukan melalui musyawarah tim formatur yang melibatkan unsur MUI Pusat, MUI Provinsi, MUI Kabupaten/Kota, pondok pesantren, perguruan tinggi, serta organisasi kemasyarakatan Islam.

Dalam sambutannya, Prof Mukri mengingatkan bahwa MUI merupakan wadah berhimpunnya ulama dan cendekiawan Muslim yang memiliki tanggung jawab membimbing umat serta menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.

Ia menekankan, keterlibatan dalam kepengurusan MUI tidak semestinya didorong kepentingan pribadi maupun kelompok, melainkan dilandasi keinginan untuk berkhidmah dan menebar kebaikan.

Prof Mukri juga mengutip pesan Rasulullah SAW, “Khairunnas anfa'uhum linnas”, yang berarti sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.

“Kita harus menjadi bagian dari terselenggaranya kebaikan. Ini harus menjadi spirit seluruh jajaran pengurus MUI dalam menjalankan amanah organisasi selama lima tahun mendatang,” ujarnya.

Ia meminta seluruh pengurus yang mendapat amanah agar aktif menjalankan tugas dan mengoptimalkan peran masing-masing. Konsolidasi internal, komunikasi yang kuat, serta kolaborasi antarelemen dinilai penting agar program organisasi berjalan efektif.

Menurut Prof Mukri, MUI tidak seharusnya menjadi ruang untuk berkompetisi demi memperoleh kedudukan atau menunjukkan keunggulan pribadi. Sebaliknya, organisasi tersebut harus menjadi tempat menyatukan potensi dan pemikiran untuk kepentingan yang lebih luas.

“MUI bukan tempat untuk berkompetisi, tetapi tempat untuk berkolaborasi. Kita harus menata niat untuk berkhidmah dan bersama-sama memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi umat dan masyarakat,” tegasnya. Article Image

Editor : Tuti Nur Khomariyah

Kata Kunci


Berita Terkait