Pemerintah membutuhkan investasi lebih dari Rp13 ribu triliun dalam lima tahun ke depan untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada 2029.
CEO Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan kebutuhan investasi tersebut merupakan target yang diberikan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi 8 persen.
"Ke depan target investasi dalam rangka kita memenuhi pertumbuhan 8 persen itu adalah Rp13 ribu triliun lebih dalam lima tahun ke depan. Itu adalah target yang diberikan oleh Bappenas kepada kami dalam rangka kita bisa mencapai pertumbuhan 8 persen di tahun 2029," kata Rosan dalam Investor Daily Summit, Rabu (7/10/2026).
Menurut Rosan, target tersebut menjadi tantangan tersendiri di tengah perubahan kondisi geopolitik dan geoekonomi global yang dapat memengaruhi arus investasi.
Meski demikian, ia menyebut tren investasi di Indonesia terus menunjukkan peningkatan dalam satu dekade terakhir.
"Selama 10 tahun terakhir total investasi yang masuk ke Indonesia dari tahun 2014 sampai 2024 kurang lebih nilainya Rp9.100 triliun," ujar Rosan.
Kenaikan juga terlihat dari realisasi investasi dalam dua tahun terakhir. Pada 2024, realisasi investasi tercatat sekitar Rp1.714 triliun dan meningkat menjadi Rp1.931 triliun pada 2025.
Sementara itu, realisasi investasi pada semester I 2026 telah mencapai Rp1.010,6 triliun. Angka tersebut tumbuh 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Realisasi investasi tersebut turut menyerap 1.448.862 tenaga kerja secara langsung, meningkat sekitar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Rosan mengatakan peningkatan investasi juga beriringan dengan semakin besarnya kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Ia mencatat kontribusi investasi yang sebelumnya rata-rata berada di kisaran 28-29 persen, kini telah mendekati 38-39 persen.
"Kalau kita lihat, kalau tahun-tahun sebelumnya kontribusi dari investasi itu rata-rata di 28 persen dan juga 29 persen, terbesar masih dari domestic consumption, tetapi sekarang kontribusi dari investasi ini sudah mendekati di 38 persen sampai 39 persen," jelasnya.
Di sisi lain, pemerintah menetapkan target realisasi investasi sepanjang 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun.
Dengan capaian Rp1.010,6 triliun hingga semester I, realisasi investasi nasional telah mencapai sekitar 49,5 persen dari target yang ditetapkan untuk tahun ini. 
