32 C
Bandar Lampung
Sabtu 6 Juni, 2020 15:07 WIB
Beranda PERISTIWA Kebiri Batu Bara Dan Sawit Di Grahasema Minggu Malam

Kebiri Batu Bara Dan Sawit Di Grahasema Minggu Malam

RMOLLampung. Lapah Environment Dance Mini Festival (LAPAHMinifest) kembali menggelar dua karya koreografi di Grahasema Studio, Minggu malam (28/07).

Kedua karya tersebut, Uhan Nihau dari Dian Arza Dance Company dan Kebiri dari Komunitas Sang Saka.

Uhan Nihau akan mengangkat isu seputar eksploitasi batubara serta praktik memori dampak sosial dan lingkungan serta degradasi lahan akibat kegiatan penambangan.

Menurut Yovi Sanjaya, Uhan Nihau diambil dari Bahasa Kalimantan yang artinya tanah yang hilang”.

Karya ini hendak mengingatkan dampak akibat pengelolaan sumberdaya alam untuk energi berbasis fosil itu,” kataYovi.

Selain itu, tambah Yovi, Uhan Nihau akan mengajak semua orang untuk mewaspadai ekspansi perkebunan sawit yang saat ini digenjot pemerintah untuk produksi bahan bakar biosolar dan biofuel.

Jangan sampai energi terbarukan menjadikan kita seperti keluar dari mulut buaya masuk mulut harimau. Karena perkebunan sawit ini selain menghabisi keanekaragamanhayati juga sangat tidak ramah lingkungan,” paparYovi.

Sementara itu, Komunitas Sang Saka menampilkan Kebiri karya Kemas Abdullah Helmi.

Kebiri bercerita tentang tubuh sebagai simbol bahasa kebebasan. Ada ingatan lama yang ingin diungkapkan Helmi tentang rezim keseragaman, tunggal, dan teks-teksoriterian sebuahpemerintahan.

“Kebiri adalah gerak-gerak tubuh sebagai simbol kebenaran, yang tertindas,” tegasnya.

Usai pementasan akan ditajah pula diskusi karya yang dimoderatori Dian Anggraini.

LAPAH Minifest adalah sebuah even yang digagas sebagai ruang karya kesenian khususnya tari.

Menurut penanggungjawab kegiatan, Sheilla Minoz, selain menjadi wadah kegiatan para koreografer di Lampung, kegiatan ini juga diharapkan menjadi ruang dialog karya.

Perform Kebiri dan Uhan Nihau ini, adalah even kedua setelah Lapah pertama April lalu,” ujar Sheilla.

Untuk pembiayaan kegiatan ini, menurut Sheilla, masih swadana para pekerja seni di Grahasema.

Diharapkan untuk ke depan, LAPAHMinifest dapat menghadirkan sanggar dan
para pekarya dari luar Lampung. Kami berharap kelak ada yang peduli dan tertarik mensupport even rutin ini,” kataSheilla.[hms]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Delapan OPD Pemkab Pesawaran MoU Dengan Kejari

  Delapan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Pesawaran jalin Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat.

Tak Ada Pemasukan, Mantan Dosen Curi Handbody Dan Sampo

 Seorang mantan dosen perguruan tinggi swasta di Jakarta tertangkap mencuri ratusan botol handbody dan sampo di lima minimarket...

KPU Gelar Uji Publik Pilkada 2020 Secara Virtual

   Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar uji publik terkait rancangan Peraturan KPU (PKPU) tentang Pilkada Serentak 2020 dalam kondisi...

Bantuan PKH Dan BPNT Di Pekon Sukaraja Semaka Carut Marut

 Carut marut terjadi dalam penyaluran Bantuan Kesejahteraan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)...
Translate »