Karang Taruna Got Talent Lampung Selatan 2026 resmi dibuka di Lapangan Cipta Karya, Kalianda, Sabtu malam, 10 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung selama 19 hari ini diharapkan menjadi wadah pengembangan bakat generasi muda sekaligus menggerakkan perekonomian pelaku UMKM.
Ajang yang digelar mulai 10 hingga 28 Oktober 2026 tersebut dibuka Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama melalui sambungan video.
Dalam sambutannya, Egi mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas, mengembangkan kemampuan, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
"Setiap pemuda dan pemudi di Lampung Selatan memiliki potensi dan daya ungkit masing-masing. Karena itu, kita perlu memberikan ruang bagi mereka untuk menunjukkan bakat, mengembangkan talenta, dan berani menjadi diri sendiri," kata Egi.
Menurutnya, Karang Taruna Got Talent tidak hanya menjadi ajang kompetisi dan hiburan, tetapi juga sarana mendorong keterlibatan pemuda dalam pembangunan daerah.
Egi berharap kegiatan tersebut dapat diselenggarakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak generasi muda memperoleh kesempatan mengembangkan potensinya.
"Saya ingin Karang Taruna Got Talent ini dapat dilaksanakan secara rutin pada tahun-tahun berikutnya. Dengan begitu, semakin banyak pemuda yang mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan mengembangkan potensinya," ujarnya.
Selain pengembangan bakat, kegiatan ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar lokasi acara.
Keramaian pengunjung selama penyelenggaraan kegiatan dinilai dapat membuka peluang usaha sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi warga.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kabupaten Lampung Selatan Sahirul Hidayat mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kesetiakawanan sosial yang memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh manfaat bersama.
"Inilah sesungguhnya makna kesetiakawanan sosial. Tidak ada yang tertinggal dan tidak ada yang tersisih. Kegiatan ini membuka pintu rezeki bagi warga sekitar," kata Sahirul.
Ia menilai kegiatan kepemudaan perlu memberikan manfaat lebih luas, tidak hanya bagi peserta yang tampil, tetapi juga masyarakat yang menjalankan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi.
"Rezeki pun menyebar, tidak menumpuk di satu tangan. Inilah bentuk ekonomi kerakyatan yang tumbuh dari rakyat dan dinikmati oleh rakyat," pungkasnya. 
