Kapolres Tubaba Siapkan Gerakan Satu Keluarga Satu Kolam Mina Padi

Kapolres Tubaba Siapkan Gerakan Satu Keluarga Satu Kolam Mina Padi
Program Sawah Mini Mina Padi IP-500 Berbasis Biosaka. (Foto: Istimewa)

Article Header Image Kapolres Tulang Bawang Barat AKBP Himmawan Setiawan memasang target setiap kepala keluarga (KK) di wilayahnya memiliki minimal satu kolam mini Mina Padi IP-500 berbasis Biosaka.

Program tersebut didorong sebagai upaya membangun kemandirian pangan sekaligus membuka peluang pendapatan tambahan bagi masyarakat di tengah tekanan ekonomi dan ancaman perubahan iklim.

Himmawan mengatakan, konsep sawah mini menggabungkan budidaya padi dan ikan lele dalam satu kolam terpal berukuran minimal 5x7 meter. Padi dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga, sementara lele memiliki nilai jual yang berpotensi menambah penghasilan rumah tangga.

"Kalau setiap keluarga memiliki kolam mina padi, mereka bisa memenuhi sebagian kebutuhan pangan sendiri. Lele bisa dijual, sedangkan padinya bisa dikonsumsi. Jadi ada dua nilai ekonomis yang diperoleh sekaligus," kata Himmawan dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Selasa, 3 November 2026.

Menurutnya, program tersebut juga menjadi alternatif menghadapi persoalan pengangguran, kenaikan harga kebutuhan pokok, serta potensi gangguan produksi pangan akibat musim kemarau panjang atau fenomena El Nino.

Berbeda dengan pertanian konvensional, sawah mini berbasis terpal dinilai lebih fleksibel karena tidak sepenuhnya bergantung pada ketersediaan lahan persawahan dan sistem irigasi.

Dari sisi ekonomi, Himmawan memperkirakan satu unit sawah mini berukuran 5x7 meter membutuhkan modal sekitar Rp2 juta, termasuk terpal dan media tanam.

Dalam satu kolam, masyarakat dapat menanam sekitar 400-500 polibag padi sekaligus membudidayakan 3.000-4.000 ekor lele.

Dengan masa pemeliharaan sekitar 60-65 hari, hasil penjualan lele diperkirakan berpotensi mencapai Rp8 juta dalam satu siklus panen. Jika perhitungan tersebut tercapai, pendapatan kotor bisa setara sekitar Rp4 juta per bulan.

Untuk merealisasikan target tersebut, Polres Tubaba akan mengintegrasikan program Sawah Mini IP-500 dengan Polisi Peduli Pengangguran (Poliran), salah satu program prioritas Kapolri.

Melalui program ini, kepolisian tidak hanya membantu masyarakat memperoleh akses pekerjaan, tetapi juga memberikan keterampilan produktif di bidang pertanian dan perikanan, termasuk hidroponik, budidaya ikan, serta pemanfaatan teknologi pertanian sederhana.

Polres Tubaba juga menyiapkan pelatihan berjenjang melalui Polsek dan Bhabinkamtibmas. Para personel akan dibekali kemampuan mendampingi warga secara langsung di desa masing-masing.

Pelaksanaannya akan melibatkan kelompok tani, karang taruna, organisasi perempuan, komunitas keagamaan, organisasi adat hingga perguruan silat.

Himmawan mengatakan, pihaknya juga akan menggandeng pemerintah daerah dan perusahaan melalui dukungan tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR untuk membantu penyediaan sarana produksi, terutama terpal dan polibag bagi keluarga yang membutuhkan.

"Kami akan menggunakan pola terstruktur, sistematis, dan masif. Kami juga bekerja sama dengan pemerintah daerah dan perusahaan-perusahaan di Tubaba agar program ini bisa dirasakan masyarakat secara luas," jelasnya.

Ia menegaskan, masyarakat nantinya dapat mengikuti pelatihan secara gratis, termasuk mempelajari pembuatan Biosaka B3. Terpal jenis A-12 yang digunakan untuk kolam tersebut diproyeksikan mampu bertahan hingga tiga tahun dengan perawatan yang baik.

"Target kami setiap kepala keluarga minimal memiliki satu kolam. Kalau mau lebih, silakan. Ilmunya akan kami bagikan semua, tidak ada yang ditutup-tutupi. Termasuk pembuatan Biosaka B3 akan kami ajarkan secara gratis," tegasnya.

Himmawan berharap program tersebut dapat mengubah pola pikir masyarakat agar lebih produktif dan tidak terus bergantung pada bantuan pemerintah.

"Kami ingin membangun jiwa-jiwa yang mandiri. Kalau masyarakat terus bergantung pada pemerintah, akhirnya terbentuk kebiasaan menunggu dan meminta bantuan. Padahal, kalau diberikan keterampilan dan kesempatan, mereka bisa menghasilkan sesuatu sendiri," pungkasnya. Article Image

Editor : Tuti Nur Khomariyah

Kata Kunci


Berita Terkait