23.9 C
Bandar Lampung
Selasa 4 Agustus, 2020 04:00 WIB
Beranda OPINI Pojok Syafarudin Juru Damai Indo-Pasifik, Ukuran S Saja Kelonggaran Jangan Pakai XL

Juru Damai Indo-Pasifik, Ukuran S Saja Kelonggaran Jangan Pakai XL

Dialog Imajiner dengan Sukarno-Hatta (24):

Oleh Syafarudin Rahman

MINGGU pagi, langit masih gelap dan embun juga masih terasa mencubit kulit. Kami berempat (Bung Karno, Bung Hatta, Syafarudin dan mahasiswa milenial), usai salat subuh, kembali menjemput sinar matahari dari balkon.

Seperti biasa, milenial menyalakan monitor laptopnya dan terdengarlah lagu Perdamaian bergenre rock dibawakan Armand Maulana.

Lagu yang dinyanyikan vokalis Grup Band Gigi tersebut lebih pas buat kaum milenial ketimbang versi asli yang dibawakan Grup Qasidah Nasida Ria.

Milenial : izin Proklamator dan Pak Syafarudin, silakan diminum kopi lanang asal Kabupaten Tanggamus, produksi Pesantren Hidayatullah.

Insya-Alloh, kopi robustanya bertambah nikmat dan bisa menanah imunitas dengan sedikit gula semut di era adaptasi baru bulan Juli ini.

Syafarudin: Milenial, apa topik yang sebenarnya mau dibahas pekan ini? lagu pembuka dialog kali ini unik dari versi qosidah diubah bergenre rock. Pesannya perdamaian. Ada apa dengan perdamaian?

Milenial : Maaf dan izin. Santuy aja dulu Pak Syafarudin. Akhir pekan, mbok ya rileks dulu.

Begini, tiga hari lalu, ada anggota DPR asal pemilihan Lampung memberi saran kepada Presiden Jokowi agar jadi juru damai di wilayah Indo-Pasifik.

Saya bacakan beritanya di monitor: Wakil Ketua DPR RI Bidang Korpolkam Dr. Aziz Syamsuddin mendorong peran Pemerintah Indonesia menciptakan perdamaian di perbatasan China-India, Laut China Selatan.

Menurut Aziz, saat ini, tensi militer meningkat tinggi dengan masuknya angkatan militer Amerika Serikat dalam hal ‘Freedom of Navigation’. Gerakan militer China-Amerika sangat dikhawatirkan bisa menimbulan perang konvensional.

Indonesia memiliki pengalaman dan kepentingan dalam menjunjung tinggi perdamaian dan telah dibuktikan dalam Gerakan Non-Blok (1961), dan KTT Asia-Afrika (1955), dan terakhir melalui ‘ASEAN Outlook on the Indo-Pacific,” kata Aziz Syamsuddin di Jakarta (9/7/2020).

Inilah kesempatan baik bagi Indonesia sesuai dengan filsafat politik luar negeri bebas-aktif untuk turut andil dalam membangun perdamaian dunia.

Bung Hatta : Milenial, apa yang generasi kalian apresiasi dari KTT Asia-
Afrika yang pernah digelar di Bandung dan menghasilkan piagam Dasasila Bandung?

Milenial : Izin Proklamator. Kami ikut belajar memahami dan ikut mengamalkan amanah pembukaan konstitusi bahwa salah satu tujuan bernegara adalah turut menjaga perdamaian dunia dan menghapuskan segala bentuk penjajahan dengan cara bebas aktif.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tahun 2005, napak tilas KTT Asia Afrika dengan mengumpulkan delegasi dari 106 negara Asia dan Afrika, 18 organisasi internasional, serta hadir pula Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Kofi Annan.

Begitu juga Presiden ke-7 Joko Widodo, tahun 2015, napak tilas KTT Asia Afrika dengan mengumpulkan delegasi dari 89 kepala negara/pemerintahan dari 109 negara di kawasan Asia dan Afrika, 17 negara pengamat dan 20 organisasi internasional, dan 1.426 perwakilan media domestik dan asing.

Bung Karno : Bung Syafarudin, apa saja isi pidato mereka?

Syafarudin: Yah, standar diplomasi multilateral, ditambah pandangan kekinian, dan romantisme masa lalu dengan membacakan kembali Dasa Sila Bandung untuk spirit menjaga kedamaian kawasan.

Mohon milenial bacakan isi Dasa Sila Bandung.

Milenial : izin Proklamator dan Pak Syafarudin. Saya bacakan arsip Dasasila Bandung yang juga memuat prinsip-prinsip Piagam PBB dan Lima Prinsip Jawaharlal Nehru, Perdana Menteri India.

Berikut isi Dasasila Bandung:

(1) Menghormati hak-hak dasar manusia dan tujuan-tujuan serta asas-asas yang termuat di dalam piagam PBB;

(2) Menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua bangsa;

(3) Mengakui persamaan semua suku bangsa dan persamaan semua bangsa, besar maupun kecil;

(4) Tidak melakukan intervensi atau campur tangan dalam soalan-soalan dalam negeri negara lain;

(5) Menghormati hak-hak setiap bangsa untuk mempertahankan diri secara sendirian ataupun kolektif yang sesuai dengan Piagam PBB;

(6) Tidak menggunakan peraturan-peraturan dari pertahanan kolektif untuk bertindak bagi kepentingan khusus dari salah satu negara besar dan tidak melakukannya terhadap negara lain;

(7) Tidak melakukan tindakan-tindakan ataupun ancaman agresi maupun penggunaan kekerasan terhadap integritas wilayah maupun kemerdekaan politik suatu negara;

(8) Menyelesaikan segala perselisihan internasional dengan jalan damai, seperti perundingan, persetujuan, arbitrasi, ataupun cara damai lainnya, menurut pilihan pihak-pihak yang bersangkutan sesuai dengan Piagam PBB;

(9) Memajukan kepentingan bersama dan kerjasama;

(10) Menghormati hukum dan kewajiban–kewajiban internasional.

KAA Bandung yang berlangsung 18-24 April 1955 diikuti 29 Pemimpin asal negara Asia-Afrika ini kelak menginspirasi Presiden Yugoslavia Josip Broz Tito, Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru, dan Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser membentuk Gerakan Non-Blok pada tahun 1961.

Bung Karno : Politik luar negeri bebas-aktif. Implementatif and reborn. Lumayan, not bad. Presiden penerus.

Milenial, kembali ke usulan Bung Aziz anggota DPR asal Lampung itu, bagaimana Anda menilainya. Mungkinkah itu disambut sebagai momen penting menunjukan peran nusantara yang besar ini?

Milenial : Proklamator, saya pesimis karena beberapa hal. Pertama, semua kawasan sedang menghadapi problem tunggal pandemi Covid-19. Kedua, Nusantara tidak bisa berdiri tegak dan percaya diri jadi wasit atau juru damai.

Karena hutang luar negeri kita numpuk, ditambah neraca perdagangan kita sekarang lebih banyak impor dibanding ekspor ke negara China dan Amerika Serikat.

Bung Hatta : Milenial, mengapa Anda begitu pesimis dengan pemimpin negerimu sendiri sekarang ini?

Milenial : Maaf Proklamator, masih ada tiga alasan lagi. Saya lanjutkan. Ketiga, dalam lawatan ke beberapa negara, saat konferensi pers dengan wartawan asing, selain jawabnya sekenanya kadang dia menghindar dengan berkata: I want to test my minister. Please Answer. I want to test my minister. Please Answer. Hal ini jauh berbeda dengan kemampuan Proklamator dan Presiden ke-6 ketika menjawab pers asing.

Keempat, belum lama ini, tepatnya tanggal 18 juni dalam sidang kabinet, dia marah kepada para menteri. Tapi unik dan lucu, menurut catatan Hersubeno Arief, jurnalis senior, marah kok pakai teks tertulis, tentu naskah disiapkan staf menteri. Ternyata data yang disampaikan dalam marah tersebut keliru.

Besoknya, Menteri Keuangan dan anggota DPR meluruskan dan meralat angka-angkanya .The Men behind The Guns. So mereka yang biasa pakaian ukuran
small saja kelonggaran, jangan kita berharap di pakai XL alias extra large. Bakal Kedodoran.

Syafarudin: izin Proklamator dan Milenial, matahari sudah muncul saatnya kita bubar untuk olahraga. Insha Alloh pekan depan kita dialog kembali. Terima kasih. Wassalamualaikum, Warrahmatulohi Wabarakatuh.

Peneliti Labpolotda dan Dosen Ilmu Pemerintahan
FISIP Universitas Lampung

 

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Youtube Hapus Tayangan Berlokasi Di Pulau Tegal Mas Soal Obat Covid-19

Youtube menghapus video wawancara antara musisi Anji (Erdian Aji Prihartanto) dengan Hadi Pranoto yang mengklaim temukan obat sembuhkan pasien positif Covid-19. Video yang diambil dari...

Seorang Wanita Bakar Bendera Merah Putih Dan Kibarkan Bendera Belanda

Seorang wanita membakar Bendera Merah Putih serta mengibarkan Bendera Belanda di Kelurahan Sribasuki, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara. Man Astutiningtyas (30),  perempuan tersebut, mengaku bakar...

BPN Tanggamus Kurban 3 Sapi Dan 3 Kambing

   Untuk berbagi kepada sesama saat Idul Adha 1441 H, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tanggamus berkurban 3 ekor sapi...

Inilah 5 Eselon II Dan 2 Eselon III Pemprov Lampung Yang Baru Dilantik

   Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto, mewakili Gubernur Arinal Djunaidi, melantik tujuh pejabat di lingkungan Provinsi Lampung, Senin...
Translate »