Presiden Joko Widodo/Net

Presiden Joko Widodo kembali mewanti-wanti para pembantunya di Kabinet Indonesia Maju.

Dia meminta kepada para menteri untuk tidak sembarangan memberi informasi ke publik. Terlebih, apa yang disampaikan berkaitan dengan angka dan data.

“Kepada semua menteri, semua pejabat, kalau membuat statement itu hati-hati. Hati-hati,” ujarnya di Istana Negara, Jakarta, Jumat (24/1) dilansir Kantor Berita Politik RMOL.

Menteri, kata Jokowi, harus melakukan pengecekan atas data yang hendak disampaikan ke publik. Jangan sampai data yang diberi oleh bawahan ditelan secara bulat-bulat.

“Yang jelas untuk semuanya harus hati-hati dalam membuat pernyataan. Apalagi yang berkaitan dengan hukum, hati-hati,” demikian Jokowi.

Adapun menteri yang mendapat sorotan publik akhir-akhir ini adalah Menkumham Yasonna Laoly.

Hal ini terkait dengan pernyataannya yang menyebut kader PDIP Harun Masiku masih berada di luar negeri sejak 6 Januari.

Ternyata, Harun sudah kembali ke tanah air pada 7 Januari. Sejumlah LSM kemudian mengadukan politisi PDIP itu ke KPK dengan dalil merintangi penyidikan.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here