RMOLLampung. Stadion Kridosono, Yogyakarta, menjadi tempat yang istimewa bagi kedua calon presiden, Jokowi dan Prabowo. Pasalnya stadion ini menjadi tempat keduanya melampiaskan kemarahannya.

“Jogja memang istimewa. Tempat dua capres menumpahkan kemarahan,” kata kader Demokrat Andi Arief dalam akun twitter pribadinya, Selasa (9/4).

Bagi Andi Arief, pidato Jokowi lebih mirip seperti anak sekolah yang marah-marah. Sementara Prabowo menggebrak podium saat berpidato.

“Mereka berdua marah di saat tidak berhadapan. Inikah rantai sepeda?” sambung Andi.

Pernyataan Andi ini seperti menyinggung ucapan Jokowi di debat keempat Pilpres 2019 yang menyebut rantai persaudaraan dengan Prabowo tidak akan putus.

Prabowo kala itu mengamini dan memastikan tidak akan putus tali silaturahmi dengan Jokowi. 

Pada 23 Maret lalu, Jokowi meluapkan pidato emosionalnya di Kridosono. Dia menegaskan tidak akan tinggal diam dalam menghadapi semburan fitnah yang terus dilancarkan kepada dirinya.

Mulai dari tudingan PKI, antek asing, melarangan azan, hingga dituding bakal menghapus pelajaran agama.

Jokowi sudah tidak bisa bersabar setelah selama lebih dari 4,5 tahun mendiamkan semburan-semburan fitnah itu.

“Difitnah-fitnah, saya diam. Dihujat, saya diam. Tetapi hari ini di Yogya saya sampaikan, saya akan lawan! Ingat sekali lagi, akan saya lawan!” katanya di harapan ribuan pendukung kala itu.

Teranyar rival Jokowi, Prabowo Subianto juga mengeluarkan pidato emosional di Yogyakarta. Lagi-lagi hal diluapkan di Stadion Kridosono.

Ketua umum Partai Gerindra itu tampak emosional saat menyinggung netralitas aparat TNI/Polri dalam Pilpres 2019.

“Hei adik-adikku, kau yang ada di tentara dan polisi aktif. Kau tentara rakyat, kau polisi rakyat. Tidak boleh mengabdi segelintir orang, apalagi kau bela-bela antek asing,” kata Prabowo dengan nada meninggi.

Apalagi kau bela-bela antek asing,” ujarnya mengulangi sambi menggebrak podium berkali-kali. [hms]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here