Jika Terpilih, Prof Rudi Berikan Dana Riset Rp200 Juta per Tahun untuk Kelompok Kepakaran Unila

•KAMPUS
externalexternalexternalexternal
Jika Terpilih, Prof Rudi Berikan Dana Riset Rp200 Juta per Tahun untuk Kelompok Kepakaran Unila
Bakal calon Rektor Universitas Lampung (Unila) periode 2027-2031, Prof. Rudi, S.H., LL.M., LL.D.,/Tuti

Article Header Image Bakal calon Rektor Universitas Lampung (Unila) periode 2027-2031, Prof. Rudi, S.H., LL.M., LL.D., menawarkan program Rise Unila dengan sejumlah agenda, mulai dari kenaikan remunerasi dosen dan tenaga kependidikan hingga penguatan riset serta peningkatan beasiswa mahasiswa.

Dosen Fakultas Hukum Unila yang menjadi bakal calon rektor nomor urut 4 itu mengatakan, Rise Unila merupakan kelanjutan dari gagasan kepemimpinan sebelumnya, seperti Be Strong Unila. Program tersebut diarahkan untuk mendorong Unila lebih kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.

Menurut Rudi, kemajuan kampus yang telah berdiri selama 61 tahun itu tidak terlepas dari peran dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan alumni. Karena itu, peningkatan kesejahteraan sivitas akademika menjadi salah satu fokus yang ditawarkan.

“Kami berkomitmen untuk menaikkan remunerasi 100 persen untuk dosen-dosen di Universitas Lampung, termasuk tenaga kependidikan,” ujar Rudi dalam sosialisasi bakal calon rektor periode 2027-2031 di Gedung Serba Guna (GSG) Unila, Rabu, 28 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, peningkatan remunerasi diharapkan dapat mendukung kinerja sivitas akademika sehingga dosen bisa lebih fokus menjalankan tugas akademik dan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Selain itu, Rudi menawarkan pembentukan tim pendamping dosen yang bertugas membantu proses kenaikan pangkat dan jabatan fungsional. Melalui mekanisme tersebut, dosen akan memperoleh pemberitahuan ketika telah memasuki waktu kenaikan pangkat, sekaligus pendampingan dalam pengurusan administrasi.

Di bidang riset, Rudi menilai internasionalisasi Unila harus ditopang dukungan pendanaan yang memadai. Ia mengusulkan pembentukan kelompok kepakaran yang melibatkan guru besar, lektor kepala, lektor, hingga asisten ahli untuk berkolaborasi menghasilkan penelitian berkualitas.

Setiap kelompok kepakaran tersebut, kata dia, direncanakan memperoleh dana riset sebesar Rp200 juta per tahun tanpa melalui mekanisme kompetisi.

Menurut Rudi, dukungan pendanaan itu diperlukan untuk membuka peluang bagi peneliti mengikuti konferensi internasional, mengundang peneliti asing, serta membangun kolaborasi publikasi ilmiah lintas negara.

“Tanpa adanya dana riset, internasionalisasi hanyalah angan-angan,” tegasnya.

Ia berharap, kolaborasi melalui kelompok kepakaran dapat melahirkan pusat-pusat unggulan institusi yang memperkuat daya saing Unila, baik di tingkat nasional maupun internasional. Pusat unggulan tersebut juga diharapkan mendorong hilirisasi riset dan menghasilkan penelitian yang berdampak bagi masyarakat.

Sementara untuk mahasiswa, Rudi berjanji meningkatkan beasiswa bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Menurutnya, keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi mahasiswa untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Rudi menegaskan, berbagai program yang ditawarkan merupakan komitmen yang dapat dipertanggungjawabkan apabila dirinya terpilih memimpin Unila untuk periode 2027-2031.

Ia juga mengajak dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan alumni untuk bersinergi meningkatkan daya saing kampus.

“Dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta alumni harus bahu-membahu untuk meningkatkan kompetitif Unila sehingga Unila bisa berdampak, unggul, dan bereputasi global,” pungkasnya. Article Image

Editor : Tuti Nur Khomariyah

Kata Kunci


Berita Terkait