Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela meminta Dinas Perhubungan Provinsi Lampung dan pihak pengelola jalan tol mengantisipasi gangguan lalu lintas akibat kepulan asap kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bandar Jaya, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah.
Pengawasan difokuskan pada ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar, khususnya sekitar KM 132 yang berdekatan dengan lokasi kebakaran. Rekayasa lalu lintas diminta disiapkan apabila kondisi asap kembali mengganggu jarak pandang pengendara.
Langkah tersebut dilakukan menyusul kebakaran TPA Bandar Jaya yang belum sepenuhnya padam hingga Senin malam 19 Oktober 2026.
Berdasarkan laporan BPBD Provinsi Lampung pukul 20.30 WIB, sebagian api masih menyala di tumpukan sampah dan kepulan asap masih terlihat di sekitar lokasi.
Sebelumnya, pada Minggu 18 Oktober 2026 sekitar pukul 18.13 WIB, petugas sempat memberlakukan pengalihan arus lalu lintas melalui pintu keluar Tol Gunung Sugih dan Terbanggi akibat kondisi asap.
Namun, pada Senin 19 Oktober 2026, ruas tol tersebut tidak ditutup karena kondisi asap dinilai telah berada dalam batas normal, dengan jarak pandang sekitar 200 meter.
Meski lalu lintas kembali dapat dilalui tanpa penutupan, petugas jalan tol, Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Lampung, serta BKO Lanal Lampung tetap disiagakan untuk memantau kondisi dan menjaga keselamatan pengguna jalan.
Sementara itu, upaya pemadaman kebakaran yang memasuki hari kedua terus dilakukan dengan mengerahkan bantuan armada dari sejumlah kabupaten/kota.
Jihan mengoordinasikan penambahan mobil pemadam kebakaran untuk mempercepat penanganan api yang masih bertahan di antara tumpukan sampah.
“Armada damkar dikerahkan dari Kota Bandar Lampung sebanyak 2 unit serta masing-masing 1 unit dari Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Pesawaran, dan Kota Metro,” ujar Wagub Jihan dalam keterang resminya.
Selain armada tersebut, bantuan tambahan juga diminta dari Lampung Timur, Tulang Bawang, dan Tulang Bawang Barat, masing-masing satu unit.
Satu unit ekskavator dari Dinas PU Bina Marga Provinsi Lampung turut dikerahkan untuk mengurai tumpukan sampah agar petugas dapat menjangkau sumber api.
“Damkar Pos Natar bersama Damkar Kota Bandar Lampung memberangkatkan enam personel, terdiri dari lima anggota damkar dan satu relawan, menuju Bandar Jaya,” sambungnya
Pada hari pertama, pemadaman didukung tujuh unit mobil tangki air berkapasitas masing-masing 5.000 liter dari Damkar Lampung Tengah, Lanud Bunyamin Tulang Bawang, BPBD Lampung Tengah, Markas Kompi 1 Batalyon B Lampung Tengah, dan PT Gunung Madu Plantations.
Penanganan juga melibatkan BPBD Provinsi Lampung, BPBD dan Damkar Lampung Tengah, TNI, Polri, pihak perusahaan, serta masyarakat sekitar.
Meski berbagai unsur telah dikerahkan, proses pemadaman masih menghadapi sejumlah kendala, terutama material sampah yang mudah terbakar, angin kencang, dan asap tebal.
“Seluruh unsur terus berkoordinasi untuk mempercepat proses pemadaman, meskipun menghadapi kendala berupa material sampah yang mudah terbakar, angin kencang, dan asap tebal,” kata Jihan
Jihan juga menyampaikan arahan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal agar penanganan kebakaran dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, swasta, dan masyarakat.
Seluruh personel diminta tetap bersiaga hingga api benar-benar padam. Pengawasan juga harus dilanjutkan setelah pemadaman selesai untuk mengantisipasi kebakaran kembali terjadi.
“Dan apabila api sudah benar-benar padam agar dinas terkait tetap harus waspada dengan menugaskan piket untuk memantau areal TPA, segera melakukan pemadaman apabila ada indikasi munculnya bibit-bibit api di lokasi TPA,” lanjut Jihan.
Sementara itu, Kepala BPBD Provinsi Lampung Aswarodi mengimbau pengguna jalan tol agar tetap berhati-hati saat melintasi kawasan yang berdekatan dengan lokasi kebakaran.
Pengendara diminta mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta mematuhi rambu dan arahan petugas apabila kondisi asap kembali mengganggu jarak pandang.
Masyarakat juga diingatkan untuk tidak membakar sampah maupun lahan yang berpotensi memicu kebakaran baru.
Hingga Senin malam, petugas gabungan masih melanjutkan pemadaman sekaligus memantau kondisi asap untuk mengantisipasi gangguan terhadap lalu lintas di sekitar Tol Bakauheni–Terbanggi Besar. 
