22.8 C
Bandar Lampung
Sabtu 11 Juli, 2020 02:34 WIB
Beranda 'Jenderal' Keraton Agung Sejagat Ini Sudah 3 Tahun Belum Digaji
Array

‘Jenderal’ Keraton Agung Sejagat Ini Sudah 3 Tahun Belum Digaji

Keberadaan Keraton Agung Sejagat yang tengah viral, memunculkan pertanyaan besar di masyarakat. Apa sebenarnya yang dicari oleh para pengikutnya?

Terlebih lagi para pengikut Keraton Agung Sejagat ini kebanyakan berasal dari luar Kabupaten Purworejo, tempat berdirinya bangunan ‘keraton’. Mereka mengaku dari Yogyakarta, Klaten, bahkan ada dari Lampung.

Salah satu pengikut setia pemimpin Keraton Agung Sejagat adalah Namono, warga Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo. Jarak rumahnya pun sangat dekat dengan bangunan yang dianggap Keraton Agung Sejagat.

Dilaporkan Kantor Berita RMOLJateng, pria lanjut usia ini rela jadi pengikut Raja Keraton Agung Sejagat, Totok Santosa Hadiningrat, karena percaya dia adalah Sang Ratu Adil yang ditakdirkan menjadi pemimpin bumi.

“Dulu saya memang ikut DEC (Jogja DEC), tapi keluar, mau ngaso, di hati kurang sreg,” kata Namono yang diberi pangkat ‘Jenderal’ di Keraton Agung Sejagat.

Ketika ditanya apakah dia tahu bahwa pemimpin Jogja DEC dan Keraton Agung Sejagat adalah orang yang sama, dia menjawab tidak tahu. Namun dia tetap yakin kalau Totok yang disebutnya Raja tak akan menipunya. Namono juga tidak mengaku ketika ditanya bayar berapa untuk mendaftar.

“Saya ini orang tidak punya, dari mana punya uang untuk membayar,” katanya dalam Bahasa Jawa Kromo.

Akan tetapi istri Namono, Utami, mengatakan hal sebaliknya. Menurut Utami, dia sering dimintai uang oleh suaminya untuk kepentingan kegiatan Keraton Agung Sejagat.

“Minta sama saya itu sudah banyak, ya ada sekitar Rp 2 juta. Yang uang dia sendiri saya tidak tahu berapa. Selama tiga tahun gabung, suami saya belum pernah ‘digaji’, katanya Jenderal tapi tidak pernah digaji,” kata Utami di rumahnya yang sederhana.

Tak hanya uang, setiap ada acara, para istri anggota Keraton Agung Sejagat juga diharuskan memasak untuk acara. Biasanya mereka patungan seadanya.

Informasi yang dituturkan Sumarmi, warga yang rumahnya berada persis di samping bangunan ‘Keraton’ lebih menarik lagi. Dia memperoleh informasi bahwa setiap anggota yang mendaftar harus menyetor sejumlah uang.

“Saya tanya ke anggota Keraton Agung Sejagat, untuk level pejabat kecamatan bayar Rp 3 juta, level pejabat kabupaten Rp 7 juta, dan level gubernur Rp 14 juta,” ujarnya.

Penuturan Sumarni didukung oleh keterangan Kiki yang bekerja di BMT setempat. Dia mengatakan, ada beberapa nasabahnya yang sampai meminjam uang puluhan juta di BMT untuk masuk sebagai anggota Keraton Agung Sejagat.

“Nasabah saya, P, pernah cerita kalau dijanjikan gaji Rp 10 juta per bulan. Kalau memang gajinya besar ya pasti nyicilnya lancar. Tapi orang-orang tersebut (anggota Keraton Agung Sejagat) nyicil saja susah,” katanya melalui pesan singkat.

EDITOR : adi

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Lampung Berduka, Subki Elyas Harun Meninggal

Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rojiun.  Mantan Wakil Gubernur Lampung periode 1980-1988 dan 1998-1990, Subki Elyas Harun, wafat, Jumat (10/7), pukul 21.40 WIB, di...

Asal Krui, Jenazah Dalam “Freezer” Kapal Ikan China

Mayat anak buah kapal (ABK) dalam ruang pendingin (freezer) kapal penangkap ikan China ternyata pemuda asal Desa Rawas, Kecamatan Pesisir Tengah, Krui, Kabupaten Pesisir...

Diniyyah Putri Lampung Resmi Jadi Institut Pertama Di Pesawaran

 Yayasan Pendidikan Diniyyah Putri Lampung (DPL) resmi menerima Salinan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bertempat di Ruang...

Honor THL Rp 70 Ribu, DPRD: Disdik Tanggamus Harus Cepat Bertindak

 Honor minim selama 5 tahun yang diterima Tenaga Harian Lepas (THL) di SDN 1 Tiyuh Memon, Kecamatan Pugung,...
Translate »