Jembatan Perintis Garuda Mulai Dibangun, Petani Desa Wates Tak Perlu Lagi Memutar Jauh

•DAERAH
externalexternalexternalexternal
Jembatan Perintis Garuda Mulai Dibangun, Petani Desa Wates Tak Perlu Lagi Memutar Jauh
Peletakan batu pertama pada pembangunan dua Jembatan Perintis Garuda Tahap VIII di Desa Wates/dok

Article Header Image Pembangunan dua Jembatan Perintis Garuda Tahap VIII di Desa Wates, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran, resmi dimulai melalui peletakan batu pertama (groundbreaking), Selasa, 27 Oktober 2026.

Pembangunan infrastruktur ini diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan akses penyeberangan yang selama ini menghambat mobilitas warga, terutama petani dalam menjangkau lahan persawahan dan mengangkut hasil panen.

Komandan Kodim (Dandim) 0421/Lampung Selatan, Letkol Kav. M. Nuril Ambiyah, menjelaskan, pembangunan mencakup dua titik, yakni jembatan di Dusun Wates sepanjang 44 meter dan jembatan di Pasar Klewih, Dusun Sidomulyo, sepanjang 32 meter.

Menurutnya, penentuan lokasi dilakukan dengan mempertimbangkan skala prioritas, tingkat kebutuhan, serta manfaat pembangunan bagi masyarakat.

Meski terdapat sejumlah lokasi lain yang membutuhkan pembangunan maupun perbaikan jembatan, kedua titik di Desa Wates dinilai mendesak untuk ditangani karena berkaitan langsung dengan akses pertanian dan aktivitas sehari-hari warga.

“Pembangunan dua jembatan ini diharapkan mampu memperlancar aktivitas masyarakat, khususnya petani dalam mengakses lahan persawahan dan mengangkut hasil panen,” jelasnya.

Bupati Pesawaran, Nanda Indira B., mengapresiasi kontribusi jajaran TNI, khususnya Kodim 0421/Lampung Selatan, dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.

Ia menilai pembangunan Jembatan Perintis Garuda menjadi bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar warga sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Jembatan Perintis Garuda ini nantinya akan menjadi penghubung yang sangat penting bagi aktivitas dan mobilitas masyarakat. Kita patut memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran TNI yang telah bekerja keras dan bersungguh-sungguh dalam mendukung pembangunan di tengah masyarakat,” ujar Nanda.

Ia menegaskan, sinergi antara TNI dan pemerintah daerah perlu terus diperkuat agar pembangunan infrastruktur dapat menjangkau wilayah yang membutuhkan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat pemerataan pembangunan, terutama dalam membuka akses yang selama ini menjadi kendala bagi aktivitas sosial dan ekonomi warga.

Nanda juga mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga infrastruktur yang telah dibangun dengan menggunakannya sesuai peruntukan dan memperhatikan batas kemampuan konstruksi, termasuk tidak melintas dengan kendaraan bermuatan berlebihan.

Selain itu, ia berharap aparatur Desa Wates dapat melibatkan generasi muda untuk mempercantik lingkungan sekitar jembatan dan menjadikannya ikon desa, tanpa mengabaikan fungsi utama serta keselamatan pengguna.

“Saya juga berharap aparatur Desa Wates dapat mengajak generasi muda untuk berkreasi, mempercantik lingkungan jembatan, dan menjadikannya sebagai salah satu ikon desa tanpa mengabaikan fungsi utama serta keselamatan pengguna,” tambahnya.

Manfaat pembangunan tersebut telah lama dinantikan warga. Siti Lasmiati, salah seorang warga Desa Wates, mengatakan kondisi penyeberangan selama ini kerap menyulitkan masyarakat ketika debit air meningkat.

Situasi tersebut membuat warga kesulitan melintas, sementara petani terpaksa menempuh jalur memutar yang lebih jauh untuk mencapai lahan pertanian maupun membawa hasil panen.

“Kami sudah lama berharap ada pembangunan jembatan karena sangat membantu aktivitas warga, terutama para petani. Kalau banjir, kami kesulitan menyeberang dan harus memutar dengan jarak yang lebih jauh. Alhamdulillah, sekarang pembangunan jembatan mulai dilaksanakan. Kami sangat terbantu dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi,” ungkapnya.

Kegiatan groundbreaking ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan syukur atas dimulainya pembangunan, serta penyerahan bantuan paket tali asih kepada warga yang membutuhkan.

Pembangunan dua Jembatan Perintis Garuda tersebut diharapkan memperkuat konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Wates dan sekitarnya. Article Image

Editor : Tuti Nur Khomariyah

Kata Kunci


Berita Terkait