23.8 C
Bandar Lampung
Minggu 31 Mei, 2020 04:45 WIB
Beranda FOOTNOTE Istana Makin Parah

Istana Makin Parah

OLEH M RIZAL FADILLAH

SETELAH Stafsus Milenial Andi Taufan Garuda Putra CEO PT Amartha membuat surat berkop setkab ke camat-camat kali ini muncul lagi Stafus Milenial lain Adamas Belva Syah Devara yang mendapat proyek aplikasi prakerja senilai Rp 5,6 triliun.

Rupanya Istana saat ini ini jadi tempat mainan proyek proyekan anak-anak  bau kencur. Gayanya disebut stafsus milenial. Staf Khusus yang bergeser menjadi “staf kasus”.

Sejak awal, keberadaan Staf Khusus Presiden terutama milenial yang berjumlah tujuh dari seluruhnya 13 personal telah menimbulkan masalah.

Anak-anak milenial rekrutan Jokowi ini miskin pengalaman ketatanegaraan.

Akibatnya ya seperti yang terjadi belakangan ini “kikuk” dan “gegabah” melaksanakan tugas sebagai orang penting di lingkaran dalam istana.

Lebih banyak “mejeng” mengisi ruang etalase ketimbang kerja riel yang benar produktif di lapangan. Lagi pula “staf” kok sudah ada yang merasa  seperti “setingkat” menteri.

Ini baru dua kasus yang muncul dari staf khusus. Jangan jangan masing masing staf sebenarnya sudah ada bagi bagi proyek yang “terstruktur, masif, dan sistematis”.

Benar juga usulan bahwa harus segera ada audit atas staf khusus Presiden dan Wakil Presiden. Wakil Presiden juga lagi “sumringah” dibolehkan punya sepuluh staf khusus.

Staf khusus bila tak jelas pengawasan dan pekerjaan bisa menjadi jaringan strategis dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Jokowi harus memecat Andi Taufan Garuda Putra atas kesalahan “administrasi” yang merugikan istana. Tidak cukup ditegur.

Begitu juga harus membatalkan proyek nepotisme kepada Adamas Belva Syah Devara. Jika Belva sudah siap mundur izinkan untuk mundur dari status staf khusus. Tentu tanpa membawa “take home pay” proyek 5,6 triliunnya.

Kredibilitas Presiden dipertaruhkan karena merekrut anak anak “genit” seperti ini. Teringat sewaktu pelantikan Presiden  bulan Oktober 2019 yang lalu Ki Sabdo mengundang makhluk halus Nyi Loro Kidul, Nyi Blorong, Jin Kahyangan dan lainnya.

Para dedemit itu apa ikut atau tidak untuk mengisi ruang istana Presiden. Jika iya memang harus segera dibersihkan dan “diaudit” sebab jika tidak,  maka uang negara akan dikuras habis untuk bagi bagi proyek pengisi istana.

Oleh atau termasuk para dedemit itu yang akan ikut berpesta. Dedemit cilik tuyul dan dedemit dewasa genderuwo.

(*) Pemerhati Politik 

1 KOMENTAR

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Organisasi Pers Desak Kapekon Sukaraja Minta Maaf, Atau Mundur!

 Dugaan pelecehan terhadap media online oleh Boymin selaku Kepala Pekon (Kapekon) Sukaraja Kecamatan Semaka, menuai kecaman beberapa organisasi...

“Garang” Di Medsos, Abu Janda Tak Muncul Dipanggil Bareskrim

Permadi Arya atau Abu Janda mungkin hanya kelihatan garang di sosial media. Dipanggil Bareskrim Polri terkait ujaran kebencian dan penistaan agama, batang hidungnya tak...

Rumah Ibadah Boleh Dibuka Di Masa New Normal Versi Kemenag

 Rencana pemerintah pusat untuk mengembalikan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat kembali normal dalam bingkai tatanan kehidupan baru atau...

New Normal Atau Norma Baru?

Oleh Dr. Andi Desfiandi, SE,. MA PEMERINTAH merencanakan penerapan new normal atau "kenormalan baru", yakni "pelonggaran" daerah zona hijau dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Secara bertahap...
Translate »