23.8 C
Bandar Lampung
Jumat 5 Juni, 2020 23:33 WIB
Beranda KAMPUS IPM Lampung Bersama Penggiat Lingkungan Hidup Bahas Lingkungan

IPM Lampung Bersama Penggiat Lingkungan Hidup Bahas Lingkungan

RMOLLampung. Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Lampung membahas isu lingkungan hidup bersama para penggiat lingkungan hidup di Meeting Room Universitas Muhammadiyah Lampung, Minggu (19/8).  

Mengangkat tema “Ekologi dan Pendidikan”, IPM melihat isu lingkungan hidup menarik untuk diperbincangkan karena banyak sekali lingkungan yang sudah tidak ideal lagi, mulai dari pencemaran udara, air, tanah dan suara.

Tema ini diangkat karena IPM yang mempunyai basis gerak di pelajar dan lingkungan pendidikan, khususnya di Muhammadiyah. Semua itu terus berkelanjutan dan menyebabkan ketidakseimbangan alam.

Berangkat kegelisahan ini, Pimpinan Wilayah IPM Lampung membahasnya bersama WALHI Lampung, Mitra Bentala, Yayasan Konservasi Way Seputih, dan Majelis Lingungan Hidup Muhammadiyah Lampung.

Diskusi dimulai dengan keynote speak Dr. Dalman M.Pd. Rektor UM Lampung ini menjelaskan pentingnya menjaga lingkungan. Dia mencontohkan Ozon (O3) sebagai produk manusia yang memicu pemanasan global.

Ketika ozon masuk ke atmosfer, terjadi pemanasan global dan mencairkan es di kutub. Ketika air laut naik, pulau yang kita huni akan tenggelam, katanya.

Dunia pendidikan, katanya, mempunyai peran untuk melakukan pembentukan karakter pelajar peduli lingkungan melalui guru.

Bak gayung bersambut, Dr. Erna selaku Majelis Lingkungan Hidup Muhammadiyah Lampung menjelaskan bahwa sampah harus dilakukan pengelolahan, karena sampah akan merampas ruang-ruang yang di tempati.

Sedang manusia setiap hari pasti menghasilkan sampah. Maka semua itu bisa ditangani melalui pengelolaan bank sampah” , tandas akademisi Lingkungan Hidup Universitas Lampung ini.

Febrilia Ekawati, aktivis YKWS pun menjelaskan bahwa kondisi lingkungan hari ini sangat berbeda jauh dari beberapa tahun silam.

Seperti yang dipaparkannya bahwa data sungai-sungai di Lampung tercemar sudah sangat memprihatinkan.

Pringsewu memiliki Kali Bulok yang kering dan berisi sampah, Bandarlampung memiliki kali berisi sampah dan airnya bau. Semua itu karena siapa?” ujar aktivis lingkungan ini

“Karena manusia” jawab kompak peserta diskusi.

Senada dengan Mbak Feb, sapaan akrabnya, Irvan dan Mashadi, keduanya  Aktifis WALHI dan Mitra Bentala sepakat bahwa kondisi lingkungan hari ini sangat memprihatinkan dan perlu aksi-aksi nyata.

Maka, IPM Lampung memandang harus ada langkah kongkrit yang dilakukan.

Pelajar Muhammadiyah harus peduli dengan lingkungan di sekolah, seperti memberikan pemahaman ke sekolah bahwa, halaman lebih baik ditanam rumput dari pada paving blok, lantai semen”, ajak Rizal Nur Safii selaku moderator acara.

Senada dengan itu, Ervan Zain, Ketua IPM Lampung mengajak untuk melakukan gerakan penyelamatan lingkungan di sekolah.

Karena IPM memiliki basis pelajar di sekolah Muhammadiyah, maka momentum hari pohon dimanfaatkan untuk melakukan tanam pohon bersama di lingkungan sekolah masing-masing”, seru Ervan. [hms]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Bantuan PKH Dan BPNT Di Pekon Sukaraja Semaka Carut Marut

 Carut marut terjadi dalam penyaluran Bantuan Kesejahteraan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)...

Tak Ada Yang Gratis, Rapid Test Pelaku Perjalanan Dinas Dibayari Pemerintah

 Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana, membenarkan rapid test harus bayar Rp 350 ribu. Ia...

Rapid Test Di Diskes Lampung Bayar Rp 350 Ribu

 Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor Cabang Lampung yang juga wali santri, mengeluhkan biaya rapid test yang terlalu...

Gempa Tektonik 4,9 SR Di Lepas Pantai Kabupaten Pesisir Barat

Gempa tektonik berkekuatan 4,9 scala richter (SR) menggetarkan Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung,Jumat (5/6), pukul 11.04 WIB. Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG),...
Translate »