23.8 C
Bandar Lampung
Minggu 31 Mei, 2020 03:56 WIB
Beranda PERISTIWA Ibu Muda di Tanjungenim Meninggal Tanpa Busana Dalam Kamar

Ibu Muda di Tanjungenim Meninggal Tanpa Busana Dalam Kamar

Seorang perempuan tewas tanpa busana di dalam rumah mewah milik orang tuanya di BTN Air Paku, Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Muara Enim, Minggu (26/4/2020).

Merisa alias Risa (33), warga Jalan Saili, Desa Tegal Rejo tersebut, meninggal diduga karena dianiaya suaminya, Rn (31).

Informasi yang berhasil dihimpun, ibu tiga orang anak tersebut tewas di rumah kosong milik orang tuanya dengan keadaan luka-luka lebam di beberapa bagian tubuhnya.

Menurut Ahmad, salah satu warga setempat, sekitar pukul 05.00 Wib, dirinya dipanggil oleh suami korban. Yakni Reno (31) yang meminta bantuan membawa korban ke RS Bukit Asam Medika Tanjungenim.

Tanpa ada rasa curiga, Ahmad datang dan melihat korban sudah dalam keadaan bugil di dalam salah satu kamar di bagian bawah rumah mewah tersebut.

Saat diperiksa, tubuh korban sudah tampak dingin dan kaku, diduga sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Melihat keadaan tersebut, menimbulkan tanda tanya dari pihak keluarga korban.

Seperti yang dikatakan bibi korban, Diah bahwa sehari sebelum korban tewas, korban datang ke rumahnya di Muaraenim dan menceritakan bahwa korban cekcok mulut dengan suaminya.

“Mereka memang sudah sering ribut, dan dan kalau ribut memang parah, suka main tangan. Sebenarnya Risa –nama panggilan korban– tidak tinggal di rumah ini. Rumah ini kosong, kamar yang tempat ditemukannya Risa meninggal ini dulu adalah kamar ayahnya. Kami juga bertanya kenapa tiba-tiba Reno dan Risa ada di sini,” ungkapnya.

Ditambahkan oleh suami Diah, Ramon bahwa pihaknya tak menyangka jika keponakannya tersebut akan pergi untuk selama-lamanya dengan cara tidak lazim.

“Alibi suaminya, Risa mati karena gantung diri, sedangkan bisa dilihat sendiri, di kamar tersebut tidak ada tanda-tanda bisa gantung diri, dan di tubuhnya pun tidak ada tanda-tanda orang gantung diri seperti lidah terjulur atau mengeluarkan kotoran dari anusnya. Ini sangat tidak masuk akal. Sementara di tubuh keponakan saya, bisa dilihat banyak luka lebam,” terangnya.

Untuk itu, dirinya berharap pihak kepolisian dapat mengungkap motif kematian keponakannya tersebut.

“Dulu dia itu sudah pernah cerai dengan suaminya, tapi karena kasihan dengan anak-anaknya jadi rujuk lagi. Suaminya itu pencemburu berat, dan kalau ribut, tidak segan-segan main pukul. Hal inipun pernah dilakukan di depan saya sendiri dulu mereka ribut, si Risa pernah ditendangnya, padahal saya ini jelas-jelas mamangnya Risa,” urainya.

Selanjutnya dia juga meminta pihak kepolisian dapat menidak lanjuti kasus kematian keponakannya tersebut.

“Kalau memang keponakan saya ini mati karena dibunuh, saya harap pelakunya dihukum seberat-beratnya,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Muaraenim AKBP Donni Eka Saputra melalui Kapolsek Lawang Kidul AKP Azizir Alim membenarkan adanya peristiwa tersebut.

“Benar adanya korban diduga tewas karena gantung diri, itu berdasarkan keterangan dari suami korban. Namun hingga saat ini, kita masih melakukan penyelidikan di karenakan ada dugaan korban tewas bukan karena gantung diri melainkan dugaan dibunuh. Maka itu, kita masih melakukan penyelidikan mendalam,” jelasnya.

Azizir juga mengatakan, saat ini pihaknya sudah mengamankan suami korban untuk dimintai keterangan dan memeriksa beberapa saksi di lapangan.

“Kita telah mengamankan suami korban untuk dimintai keterangan dan akan dilakukan tes urine apakah dalam pengaruh obat-obatan atau tidak, karena seperti yang kita lihat banyak hal janggal yang kita temukan, yang pasti kasus ini masih kita usut,” kata Kapolsek Lawang Kidul itu.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Organisasi Pers Desak Kapekon Sukaraja Minta Maaf, Atau Mundur!

 Dugaan pelecehan terhadap media online oleh Boymin selaku Kepala Pekon (Kapekon) Sukaraja Kecamatan Semaka, menuai kecaman beberapa organisasi...

“Garang” Di Medsos, Abu Janda Tak Muncul Dipanggil Bareskrim

Permadi Arya atau Abu Janda mungkin hanya kelihatan garang di sosial media. Dipanggil Bareskrim Polri terkait ujaran kebencian dan penistaan agama, batang hidungnya tak...

Rumah Ibadah Boleh Dibuka Di Masa New Normal Versi Kemenag

 Rencana pemerintah pusat untuk mengembalikan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat kembali normal dalam bingkai tatanan kehidupan baru atau...

New Normal Atau Norma Baru?

Oleh Dr. Andi Desfiandi, SE,. MA PEMERINTAH merencanakan penerapan new normal atau "kenormalan baru", yakni "pelonggaran" daerah zona hijau dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Secara bertahap...
Translate »