Hari Pers Nasional (HPN) 2027 yang akan digelar di Provinsi Lampung didorong menjadi momentum yang lebih inklusif dengan melibatkan seluruh konstituen Dewan Pers.
Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan Ketua Umum PWI Akhmad Munir dengan Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Teguh Santosa di kantor PWI, Gedung Dewan Pers, Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Akhmad Munir mengatakan HPN tidak semestinya berhenti pada kegiatan seremonial. Menurutnya, HPN harus menjadi ruang refleksi bagi insan pers untuk mengevaluasi kualitas jurnalistik sekaligus kontribusi pers terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kami ingin agar HPN 2027 nanti bisa lebih inklusif dan melibatkan semua konstituen Dewan Pers,” ujar Akhmad Munir.
Ketua Bidang Pendidikan PWI Agus Sudibyo menambahkan, konsep inklusivitas tersebut akan diterapkan sejak tahap perencanaan, penyusunan program hingga pelaksanaan HPN 2027.
Sementara kick off HPN 2027 direncanakan berlangsung pada November 2026.
HPN 2027 sendiri akan digelar di Lampung sekaligus dirangkai dengan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas). Pelaksanaan HPN yang secara ketetapan jatuh pada 9 Februari harus disesuaikan karena bertepatan dengan periode Ramadan, sehingga agenda nasional tersebut direncanakan berlangsung pada April 2027.
Dalam pertemuan tersebut, Teguh Santosa menyatakan JMSI mendukung penuh pelaksanaan HPN 2027 di Lampung.
“MJSI mendukung penuh penyelenggaraan HPN 2027. Saya yakin, HPN 2027 akan lebih hebat,” ujar Teguh.
Teguh yang pernah menjabat Ketua Bidang Luar Negeri PWI periode 2013-2018 dan Anggota Dewan Kehormatan PWI periode 2018-2020 itu turut membagikan pengalamannya saat memimpin Panitia HPN 2016 di Nusa Tenggara Barat.
Saat itu, HPN diwarnai sejumlah agenda, termasuk pelayaran hampir 300 wartawan dari Dermaga Madura Ujung, Surabaya menuju Lombok menggunakan KRI Makassar-590.
Selain unsur pimpinan PWI, Menteri Komunikasi dan Informatika saat itu, Rudiantara, turut mengikuti pelayaran tersebut.
Berbagai kegiatan digelar selama perjalanan, mulai salat Jumat, seminar, lomba stand up comedy hingga olahraga pernapasan.
Agenda lainnya berupa Business Forum yang dihadiri lebih dari 30 duta besar negara sahabat.
Menurut Munir, selain memperkuat profesionalisme, HPN juga perlu menjadi momentum untuk mendorong kesejahteraan pekerja media. Hal itu dinilai penting agar insan pers tetap mampu menjaga independensi dan kualitas jurnalistik di tengah perubahan ekosistem media digital.
HPN juga diharapkan menjadi pengingat bagi insan pers untuk menjaga kredibilitas, memerangi berita bohong dan informasi menyesatkan serta menghadapi penyebaran ujaran kebencian di ruang publik. 
