Wali Kota Bandarlampung Herman HN mengatakan bohong data Dinas Kesehatan Provinsi Lampung mengenai 542 pasien yang dalam pantauan di wilayahnya.

“Apa yang dimuat Kepala Dinas kesehatan Provinsi itu bohong,” ujarnya.

Herman HN mengatakan data yang diungkapkan Kadiskes Lampung dr. Reihana itu bohong karena 542 itu orang baru pulang umroh bulan Februari lalu.

“Jangan buat resah masyarakat,” tandas wali kota dua periode pada rapat bersama di Gedung Semergou, Kota Bandarlampung, Senin (16/3).

Menurut dia, data yang akurat itu seharusnya berasal dari rumah sakit, puskesmas, dan puskes rawat inap, bukan data dari bandara.

dr. Reihana/RMOLLampung

Dia minta masyarakat jangan percaya. “Saya berani bertanggung jawab, ayo kita buktikan, kalo dalam pengawasan di mana rumahnya, di mana alamatnya,” tandasnya.

Sebelumnya, viral data yang hendak dilaporkan dr. Reihana kepada Gubernur Lampung Arinal Djunaidi lewat sosial media Minggu malam (15/3).

Dari data pemantauan sejak 27 Januari 2020 hingga 14 Maret, ada 542 orang yang dalam pemantauan Diskes Lampung.

Selain itu, Dinkes Lampung juga masih mengisolasi dua orang: pria berus 62 tahhn di RSUD Abdul Moeloek dan pria usia 38 tahun di RS A. Yani Kota Metro.

Kantor Berita RMOLLampungmenerima banyak pertanyaan terkait akurasi data tersebut. Mereka khawatir hoaks.

Total pantauan Dinkes Lampung, ada 1.823 orang dalam pemantauan (ODP) dan dua pasien dalam pengawasan (PDP).

Rincian ODP, ada 542 orang di Kota Bandarlampung, 134 orang di Lampung Selatan, 34 orang di Lampung Utara, 174 orang di Lampung Tengah, dan 398 di  Lampung Timur.

Lainnya, ada 106 di Pesisir Barat, 144 orang di Kabupaten Tanggamus, 96 orang di Kabupaten Pringsewu, 63 orang di Kabupaten Pesawaran, 48 orang di Kota Metro, 34 di Waykanan,

Lalu, 26 orang di Tulangbawang Barat, 38 orang di Tulangbawang, dan 16 orang di Mesuji. Kabupaten Lampung Barat nihil.

Para pasien dalam pengawasan (PDP) masih menunggu hasil pemeriksaan Litbangkes Jakarta dan hasilnya akan dikirim ke Kementerian Kesehatan selaku juru bicara pemerintah Indonesia.

3 KOMENTAR

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here