23.8 C
Bandar Lampung
Minggu 31 Mei, 2020 04:47 WIB
Beranda OPINI Harkitnas, Kita Bisa Asalkan Mau

Harkitnas, Kita Bisa Asalkan Mau

Oleh Suhendra Ratu Prawiranegara

ADA suatu peristiwa yang terjadi kisaran 15 tahun lalu. Saat itu, Menteri PU Joko Kirmanto memimpin rapat pimpinan (rapim) yang dihadiri oleh seluruh eselon 1 Departemen PU.

Mereka membahas tentang kelanjutan pembangunan Jembatan Suramadu yang memiliki panjang konstruksi 11 km (include causeway) yang dibiayai China Loan.

Sekjen Departemen PU saat itu, alm Dr. Roestam Sjarief, dan Dirjen Bina Marga melaporkan tentang keadaan krusial terkait persyaratan yang diajukan China.

Salah satu klausal perjanjian yang disodorkan China adalah menggunakan tenaga kerja dan material China.

Kesimpulan rapim atas masalah tersebut, Menteri PU dan jajarannya menolak jika pembangunan Jembatan Suramadu ini harus mengimpor tenaga kerja dari China.

Jika masih terdapat komponen material yg bisa disediakan di dalam negeri, tidak perlu impor dari Cina.

“Kita dapat apa kalau semuanya harus didatangkan dari Cina?” ujar pimpinan sidang.

Akhirnya, pembangunan Jembatan Suramadu tidak menggunakan tenaga kerja China.

Lalu, pemerintah cq Departemen PU RI membuat pembagian kerja, job sharing, dengan membentuk konsorsium antara kontraktor Cina (CCC) dan kontraktor Indonesia (BUMN).

Merujuk pada peristiwa tersebut tersebut, kiranya kita sebagai bangsa yang besar dapat menjaga marwah eksistensi sebagai bangsa yang mandiri dan berdaulat.

Kita Bisa Asalkan Kita Mau

Selamat Hari Kebangkitan Nasional.

(*) Staf Khusus Menteri PU (2005-2009)

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Organisasi Pers Desak Kapekon Sukaraja Minta Maaf, Atau Mundur!

 Dugaan pelecehan terhadap media online oleh Boymin selaku Kepala Pekon (Kapekon) Sukaraja Kecamatan Semaka, menuai kecaman beberapa organisasi...

“Garang” Di Medsos, Abu Janda Tak Muncul Dipanggil Bareskrim

Permadi Arya atau Abu Janda mungkin hanya kelihatan garang di sosial media. Dipanggil Bareskrim Polri terkait ujaran kebencian dan penistaan agama, batang hidungnya tak...

Rumah Ibadah Boleh Dibuka Di Masa New Normal Versi Kemenag

 Rencana pemerintah pusat untuk mengembalikan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat kembali normal dalam bingkai tatanan kehidupan baru atau...

New Normal Atau Norma Baru?

Oleh Dr. Andi Desfiandi, SE,. MA PEMERINTAH merencanakan penerapan new normal atau "kenormalan baru", yakni "pelonggaran" daerah zona hijau dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Secara bertahap...
Translate »