Kenaikan harga komoditas hortikultura, terutama cabai merah dan tomat, ikut mendorong peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Lampung pada Oktober 2026.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat NTP Oktober 2026 mencapai 140,26 atau naik 1,91 persen dibandingkan September 2026 yang sebesar 137,63.
Pranata Komputer Ahli Madya BPS Provinsi Lampung, Hermawan Prasetyo mengatakan, peningkatan tersebut juga tercermin dari Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) yang tumbuh 2,37 persen, dari 142,81 pada September menjadi 146,20 pada Oktober 2026.
Kenaikan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani mengalami peningkatan lebih tinggi dibandingkan indeks harga yang dibayar petani.
Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik 2,50 persen dari 179,19 menjadi 183,68. Sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) hanya meningkat 0,58 persen dari 130,20 menjadi 130,96.
Kenaikan indeks harga yang dibayar petani dipengaruhi peningkatan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) sebesar 0,81 persen dan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (IBPPBM) sebesar 0,13 persen.
Dari enam subsektor pertanian, tanaman hortikultura mencatatkan kenaikan NTP paling tinggi, yakni 12,72 persen dari 132,80 menjadi 149,69.
"Peningkatan tersebut terutama dipengaruhi kenaikan harga cabai merah dan tomat akibat keterbatasan pasokan di tingkat petani," jelasnya, Senin, 2 November 2026.
Subsektor tanaman pangan juga mengalami kenaikan NTP sebesar 1,65 persen dari 118,19 menjadi 120,15, didorong peningkatan harga ketela pohon dan gabah.
Selanjutnya, tanaman perkebunan rakyat naik 1,19 persen dari 173,74 menjadi 175,80. Kenaikan ini berkaitan dengan meningkatnya harga karet di tengah minimnya hasil panen getah.
Pada subsektor perikanan budidaya, NTP meningkat 0,87 persen dari 96,63 menjadi 97,48, dipengaruhi kenaikan harga udang payau.
Sementara perikanan tangkap naik 0,48 persen dari 117,48 menjadi 118,04 akibat keterbatasan tangkapan ikan teri. Adapun subsektor peternakan mengalami kenaikan tipis 0,03 persen dari 98,14 menjadi 98,17.
Secara tahunan, NTP Lampung pada Oktober 2026 juga menunjukkan peningkatan sebesar 9,82 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
NTP Oktober 2025 yang tercatat 127,72 meningkat menjadi 140,26 pada Oktober 2026. Kenaikan tahunan terbesar terjadi pada subsektor tanaman hortikultura yang mencapai 26,36 persen. 
