RMOLLampung. Majelis Hakim berulang kali mengingatkan Simon Susilo terkait keterangannya yang berbelit-belit dalam persidangan untuk terdakwa kasus dugaan suap Taufik Rahman, Kepala Dinas Bina Marga Lampung Tengah dan Bupati Lampung Tengah (non-aktif) Mustafa.

Simon yang tampil menjadi salah satu saksi untuk kedua terdakwa, sejak awal persidangan memberi keterangan tidak konsisten dan berbelit-belit terkait uang setoran sejumlah Rp7,5 miliar dalam perkara dugaan suap terkait pinjaman Pemda Kabupaten Lampung Tengah kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp300 miliar.

Dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Tipikor di PN Jakarta Pusat, Senin (4/6) malam yang dimulai Pukul 20.10 hingga pukul 22.45 WIB, Simon tidak hanya mendapat cecaran dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tapi juga dari pembela kedua terdakwa.

Apakah saudara saksi kenal dengan terdakwa Mustafa?” tanya JPU

Saya tahu, tapi tidak pernah ketemu,” jawab pemilik Hotel Sheraton Bandarlampung itu seraya menjelaskan bahwa dirinya diajak Agus Purwanto untuk bertemu Mustafa di Rumah Makan Sate Utami, Wayhalim.

Pak Mustafa tidak datang. Hanya Pak Taufik yang datang,” ujar Simon.

Selain saksi, Agus dan Taufik, siapa lagi yang hadir?” tanya JPU.

Tidak ada. Kami hanya bertiga,” jawab Simon.

JPU lantas menjelaskan, selain ketiganya, dalam persidangan sebelumnya ada saksi yang mendampingi Taufik memberikan keterangan bahwa dirinya hadir dalam pertemuan tersebut?

Tidak ada. Tapi… disitu ramai orang. Jadi saya tidak tahu siapa,” jawab Simon.

Apa yang disampaikan Agus ketika mengajak saksi untuk bertemu Mustafa?, tanya JPU.

Tidak ada,” jawab Simon.

Apa tujuan saksi mau bertemu Bupati (Mustafa)?” tanya JPU.

Ketika JPU membeberkan data bahwa Simon senelumnya pernah berfoto bareng dengan Mustafa dalam sebuah acara, pemilik berbagai perusahaan ini menjawab tidak tahu.

“Itu kan acara saksi?” tanya JPU.

“Bukan saya yang mengundang. Pegawai yang ngundang,” jawab Simon.

Saya tidak tahu. Agus tidak pernah memberi tahu kepada saya,” jawab Simon.

Ketika tiba giliran majelis hakim, Ketua majelis Ni Made Sudanikali mengingatkan saksi agar menjawab yang jelas. Tidak berbelit-belit dalam memberikan keterangan.

Saksi sebelumnya dibawah sumpah. Saksi (Simon) juga dibawah sumpah. Harap jelaskan saja apa yang sebenarnya terjadi,” ujar Ni Made Sudanikali.

Ada tidak kaitannya terkait uang Rp7,5 miliar dengan pertemuan di Hotel Sheraton untuk bupati (Mustafa)?” tanya hakim.

Tidak ada,” ujar Simon seraya menjelaskan setelah terjadi peristiwa OTT oleh KPK, dirinya sempat menanyakan kepada Agus, apakah ada uang Rp7,5 miliar yang diberikan untuk Lampung Tengah. Namun, kata Simon,dijawab Agus tidak ada.

Kenapa saksi tidak mengklarifikasi kepada Agus, mengapa bupati tidak muncul?” Simon menjawab Saya tidak tahu. Saya tidak tanyakan”.

Untuk itu, majelis hakim menanyakan kepada JPU apakah nanti Agus Purwanto akan dihadirkan sebagai saksi. JPU menyatakan memang akan menghadirkan Agus bersama enam saksi lainnya pada persidangan mendatang.[don]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here