Jamaluddin/RMOLSumut

Jenazah Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin (55) dibawa ke kampung halamannya di Kabupaten Nagan Raya, Aceh usai diautopsi di RS Bhayangkara Medan, Sabtu (30/11).

‎”Iya, setelah menjalani autopsi 8 jam bagian dalam. Beliau langsung dibawa,” kata Humas PN Medan Erintuah Damanik saat dikonfirmasi, Sabtu (30/11) siang dilansir Kantor Berita RMOLSumut.

Erintuah menjelaskan bahwa dirinya belum menerima laporan secara detail terhadap proses pemulangan jenazah Jamaluddin. Namun, dirinya memastikan jasad te‎rsebut dibawa keluarga korban ke Aceh.

“Nah yang saya tidak tahu, apakah dari rumah beliau atau langsung dari RS Bhayangkara,” jelasnya.

Atas meninggalnya Jamaluddin, Erintuah meminta kepada pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas ‎dugaan-dugaan meninggalnya rekannya tersebut yang dinilai tidak wajar.

“Kalau memang itu ada dugaan (pembunuhan) kematian tidak wajar disebabkan orang lain, tentunya menindaklanjuti sesuai dengan hasil outopsi,” terangnya.

Untuk diketahui bahwa Jamaluddin (55) merupakan warga Perumahan Royal Monaco Blok B No. 22 Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor.

Korban ditemukan meninggal dunia di jurang areal kebun sawit milik masyarakat di Dusun II Namo Bintang Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang, Jumat (29/11) siang.

Pada saat ditemukan korban berada di dalam mobil Toyota Land Cruiser Prado BK 77 HD dalam keadaan kaku terlentang di bangku mobil nomor dua dengan kondisi tidak bernyawa lagi dengan posisi miring dengan wajah mengarah ke bagian depan.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here