Prof. Karomani/Ist

Rektor Unila periode 2019-2023 Prof. Karomani mengatakan, dalam menghadapi era 4.0, Unila akan memperbanyak kerjasama dengan berbagai pihak. Hal itu disampaikannya dalam acara pisah-sambut Rektor Unila di Gedung Serba Guna (GSG) Unila, Senin (9/12).

“Kita tidak melulu fokus pada kompetisi, tapi juga pada kolaborasi. Kalau kompetisi ada menang kalah, tapi kalau kolaborasi akan win-win solution,” ujarnya.

Unila sudah menetapkan Surat Keputusan untuk penerjemaah Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. Ini bagian dari langkah Karomani untuk memperbanyak kerjasama dengan universitas di Timur Tengah.

Baca Juga: Fokus Peningkatan SDM Unila, Karomani Yakin 3 Mantan Rektor Mengawalnya

“Kita memiliki kesamaan dalam sisi religi, kita akan berupaya tidak hanya membangun kerjasama Asean dan Eropa tapi juga dengan Timur Tengah yang kampus-kampusnya termasuk jajaran kampus top,” katanya.

Selain itu, Unila juga akan terus bekerjasama dengan berbagai pihak untuk penguatan pendapatan Unila agar tidak bergantung pada Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa. Untuk itu, ia tidak akan meletakkan dosen sebagai pengelola Badan Pengelola Usaha (BPU).

“BPU tidak boleh dari dosen, karena tidak mungkin dosen yang mengajar, melakukan penelitian sambil mengerjakan BPU padahal kita berharap Unila menjadi kampus berbasis wirausaha. BPU akan dipimpin oleh profesional, mudah-mudahan bisa menambhan income unila,” tutupnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here