Aktivitas vulkanik Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih tinggi.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat sembilan kali guguran lava pijar sepanjang Jumat (2/10).
Petugas penyusun laporan aktivitas Gunung Merapi, Yulianto, mengatakan guguran lava pijar tersebut meluncur ke arah Kali Sat, Kali Putih, dan Kali Boyong.
"Jarak luncur maksimum guguran lava ini mencapai hingga 2.000 meter dari puncak kawah," demikian catatan aktivitas Gunung Merapi yang disampaikan Yulianto.
Aktivitas tersebut juga disertai delapan kali gempa vulkanik dangkal. Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan dan pergerakan magma yang berada dekat dengan permukaan kawah.
Tekanan magma yang dangkal dapat mendorong kubah lava hingga retak dan menjadi tidak stabil. Material lava yang runtuh kemudian meluncur ke sejumlah alur sungai di lereng Merapi.
Selain gempa vulkanik dangkal, BPPTKG mencatat 85 kali gempa guguran dan 48 kali gempa hybrid atau fase banyak.
Rangkaian aktivitas kegempaan tersebut menunjukkan suplai magma dari kedalaman masih berlangsung aktif.
Saat ini Gunung Merapi masih berstatus Level III atau Siaga.
BPPTKG meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas di wilayah yang berpotensi terdampak bahaya.
Potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas berada di sektor selatan hingga barat daya dengan jarak maksimal tujuh kilometer.
Masyarakat yang tinggal di sekitar lereng Merapi juga diminta mewaspadai potensi lahar hujan serta paparan abu vulkanik, terutama ketika terjadi hujan di kawasan puncak. 
