Gubernur Mirza Ajak Masyarakat Perkuat Persaudaraan Lewat Bandar Lampung Berselawat

•PEMERINTAHAN
externalexternalexternalexternal
Gubernur Mirza Ajak Masyarakat Perkuat Persaudaraan Lewat Bandar Lampung Berselawat
Gubernur Mirza saat menghadiri kegiatan Bandar Lampung Berselawat bersama Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf di Lapangan Saburai, Sabtu (24/10/2026)/Pemprov Lampung

Article Header ImageGubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak masyarakat menjadikan selawat sebagai momentum memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan, dan menanamkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, persatuan dan karakter masyarakat yang kuat menjadi modal penting untuk mendorong kemajuan Provinsi Lampung.

Ajakan tersebut disampaikan Gubernur Mirza saat menghadiri kegiatan Bandar Lampung Berselawat bersama Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf di Lapangan Saburai, Sabtu (24/10/2026).

Gubernur Mirza mengaku bersyukur atas kehadiran kembali Habib Syech di Bandar Lampung setelah terakhir kali hadir pada 2017. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, sekaligus memanjatkan doa bagi keselamatan dan kemajuan daerah.

Ia mengatakan, Bandar Lampung merupakan kota dengan masyarakat yang hidup dalam keberagaman dan menjunjung tinggi kerukunan. Kondisi tersebut perlu terus dijaga agar kehidupan yang damai dan harmonis dapat berjalan seiring dengan pembangunan daerah.

"Mari kita berselawat dan berdoa agar Allah SWT senantiasa menjaga Bandar Lampung dan seluruh masyarakatnya dari segala marabahaya. Semoga rahmat dan hidayah-Nya tercurah kepada kita semua, anak-anak muda kita tumbuh menjadi generasi yang saleh, serta segala bencana yang melanda negeri ini segera diangkat," ujar Gubernur Mirza.

Ia juga mengajak masyarakat mendoakan Presiden Republik Indonesia agar senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam memimpin bangsa menuju kesejahteraan.

Dukungan dan doa tersebut diharapkan menjadi bagian dari semangat bersama untuk menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Gubernur Mirza turut menyoroti peran santri dalam menyiapkan generasi penerus bangsa. Ia berharap para santri tumbuh menjadi generasi berilmu, berakhlak, serta mampu mengambil peran dalam pembangunan dan kehidupan bermasyarakat.

Generasi muda Lampung, lanjutnya, perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan yang disertai integritas, kepedulian sosial, serta landasan moral yang kuat. Perpaduan kecakapan dan karakter tersebut penting untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan masa depan.

Sementara itu, Ketua MPR RI Ahmad Muzani dalam sambutannya mengingatkan bahwa selawat mengajarkan umat untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW, terutama dalam menghormati, menyayangi, dan mencintai sesama manusia serta menjaga alam semesta.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut penting untuk terus dihidupkan dalam kehidupan bermasyarakat, terlebih di Provinsi Lampung yang memiliki keberagaman suku dan budaya.

"Provinsi Lampung adalah miniatur Indonesia. Semua suku ada di sini dan hidup berdampingan. Kegiatan berselawat ini tidak mungkin terlaksana tanpa persaudaraan dan kedamaian," ujarnya.

Ahmad Muzani berharap kegiatan tersebut semakin memperkokoh persaudaraan masyarakat Lampung. Ia menegaskan, kebersamaan menjadi kekuatan untuk menghadapi berbagai tantangan dan menyelesaikan persoalan bersama.

"Semoga melalui selawat ini, persaudaraan kita semakin kuat. Jika kita bersatu, tidak ada persoalan yang tidak bisa kita selesaikan," tambahnya.

Rangkaian Bandar Lampung Berselawat diawali dengan pembacaan istigfar bersama seluruh jemaah, kemudian dilanjutkan dengan lantunan syair Tanpo Waton yang dikenal luas dalam tradisi keagamaan di Indonesia.

Syair yang lekat dengan KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Presiden ke-4 Republik Indonesia, tersebut mengandung pesan tentang pentingnya memahami agama secara mendalam, menjaga akhlak, menjauhi kesombongan, serta tidak mudah menghakimi orang lain.

Pesan tersebut mengingatkan bahwa kesalehan tidak cukup diwujudkan melalui ibadah dan ucapan, tetapi juga harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, kerendahan hati, dan kepedulian terhadap sesama.

Nilai-nilai tersebut sejalan dengan upaya membangun Lampung yang maju. Pembangunan tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membutuhkan masyarakat yang berkarakter, menjunjung tinggi etika, menghormati perbedaan, dan memiliki kepedulian sosial.

Kegiatan Bandar Lampung Berselawat turut dihadiri Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Ketua DPRD Provinsi Lampung, jajaran Forkopimda Provinsi Lampung dan Kota Bandar Lampung, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza, serta sejumlah undangan lainnya.

Jemaah yang hadir berasal dari berbagai wilayah di Provinsi Lampung, di antaranya Bandar Lampung, Lampung Selatan, Kota Metro, Lampung Tengah, dan Lampung Timur. Kehadiran masyarakat dari berbagai daerah tersebut mencerminkan antusiasme dan semangat kebersamaan dalam kegiatan keagamaan.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Lampung berharap nilai-nilai religius, persaudaraan, toleransi, dan kepedulian sosial semakin mengakar dalam kehidupan masyarakat. Semangat tersebut diharapkan menjadi kekuatan bersama untuk mewujudkan Lampung yang maju, masyarakat sejahtera, serta kehidupan yang damai dan harmonis.Article Image

Editor : Faiza Ukhti Annisa

Kata Kunci


Berita Terkait