Pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung berada pada urutan paling bawah se-Sumatera pada triwulan pertama tahun 2021 berdasarkan kinerja industri jasa keuangan.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Arinal Djunaidi menegaskan tidak sependapat.
"Saya tidak sependapat dengan Kepala BPS yang selalu melakukan analisa ekonomi, tugas dia bukan itu, dan saya juga tidak paham BPS yang sekarang ini," kata dia saat sambutan di Sidang Paripurna DPRD Lampung, Jumat (25/6).
Oleh karena itu, menuru Gubernur bila perlu BPS diundang untuk menjelaskan pertumbuhan ekonomi, dengan mengurangi kebiasaan yang menganalisa sisi ekonomi.
"Jadi jangan mudah kita mendengar, jangan mudah kita mencaci-maki bahwa Provinsi Lampung terakhir pertumbuhan ekonominya di Sumatera," kata dia.
Ia berharap agar DPRD melakukan pengawasan dan evaluasi agar BPS tidak melakukan analisa berdasarkan rutinitas, tetapi situasi terkini (up to date).
"Karena BPS itu perlu pengkajian secara matang, tidak berdasarkan rutinitas tetapi berdasarkan situasi terkini bila perlu kita undang agar jawab-jawaban per triwulan itu seperti apa adanya," tutup Arinal.
