Gubernur Lampung Ingin Penerima PKH Naik Kelas dan Tak Lagi Bergantung pada Bansos

•PEMERINTAHAN
externalexternalexternalexternal
Gubernur Lampung Ingin Penerima PKH Naik Kelas dan Tak Lagi Bergantung pada Bansos
Gubernur Mirza saat menghadiri kegiatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) bagi keluarga penerima manfaat PKH di Kecamatan Abung Pekurun, Kabupaten Lampung Utara/Faiza

Article Header ImageGubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) untuk meningkatkan kemandirian ekonomi agar secara bertahap tidak lagi bergantung pada bantuan sosial pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Mirza saat menghadiri kegiatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) bagi keluarga penerima manfaat PKH di Kecamatan Abung Pekurun, Kabupaten Lampung Utara, Kamis 29 Oktober 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Mirza menekankan pentingnya peran perempuan, khususnya ibu rumah tangga, dalam mengelola perekonomian keluarga dan mendukung pendidikan anak.

Menurutnya, pemerintah ingin perempuan memiliki kemampuan dan kemandirian ekonomi sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada penghasilan suami.

“Pak presiden ingin ibu-ibu berdaya, punya kemampuan, punya kemandirian, jadi kalau suami macem-macem, ibu-ibu gak takut lagi ditinggal,” kata Mirza.

Ia berharap semakin banyak keluarga penerima PKH yang mampu meningkatkan taraf hidup hingga mencapai graduasi atau keluar dari kepesertaan bantuan sosial karena telah mandiri secara ekonomi.

Mirza juga berdialog dengan sejumlah penerima manfaat untuk mendengarkan kondisi keluarga dan kendala yang mereka hadapi.

Dalam kesempatan itu, ia memberikan motivasi kepada para ibu agar terus berupaya meningkatkan kesejahteraan keluarga, termasuk melalui pendidikan anak dan pengembangan kemampuan ekonomi.

“Semangat untuk bangkit, semangat untuk berdaya, dan semangat untuk sejahtera. Saya berharap ibu-ibu semua menjadi perempuan yang kuat dan hebat, yang terus berusaha memberikan kehidupan lebih baik bagi keluarga dan anak-anaknya,” ujarnya.

Menurut Mirza, bantuan sosial seharusnya tidak hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi pijakan bagi keluarga untuk memperbaiki kondisi ekonomi dalam jangka panjang.

Ia turut mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan berbagai program pemerintah di bidang pendidikan, kesehatan, pemenuhan gizi, dan pemberdayaan ekonomi.

Khusus pendidikan, Mirza mengajak para orang tua mencari informasi mengenai Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) agar anak-anak dari keluarga penerima manfaat tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan sesuai persyaratan yang berlaku.

Sementara itu, kegiatan P2K2 merupakan bagian dari pendampingan penerima PKH untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengasuhan anak, pengelolaan keuangan keluarga, kesehatan, pendidikan, serta perlindungan sosial.

Melalui pendampingan tersebut, keluarga penerima manfaat diharapkan mampu mengelola sumber daya yang dimiliki dan mengembangkan potensi ekonomi secara bertahap.

Dalam kunjungan kerja itu, Mirza didampingi Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis, Wakil Bupati Romli, Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Rudy Sjawal, serta Kepala Bappeda Lampung Anang Risgiyanto.

Selain menghadiri kegiatan P2K2, Mirza juga meninjau kondisi jalan menuju kawasan wisata Bendungan Way Rarem dan pelaksanaan program bedah rumah di Kabupaten Lampung Utara. Article Image

Editor : Faiza Ukhti Annisa

Kata Kunci


Berita Terkait