RMOLLampung. Universitas Bandar Lampung (UBL) mewisuda 786 sarjana pada Yudisium dan Wisuda Program S1 dan S2 di Convention Hall Mahligai Agung Kampus Drs. Hj. Sri Hayati Barusman, Kamis (27/6).

Gubernur Lampung Ir. H. Arinal Djunaidi yang hadir pada acara yudisium tersebut mengapresiasi keberhasilan UBL yang tahun ini berhasil mencetak 494 sarjana strata satu (S1) dan 292 pascasarjana (S2).

Arinal juga mengucapkan selamat atas keberhasilan UBL memeroleh akreditasi “A” atau unggul sehingga berada pada peringkat terbaik kategori Kelembagaan PTS wilayah LLDikti Tahun 2019.

Program studi yang berhasil mengantongi presdikat A adalah Magister Manajemen, Ilmu Administrasi Publik, Ilmu Administrasi Publik, Teknik Sipil, Manajemen dan Bisnis, serta Program Studi Ilmu Hukum.

Rektor UBL Dr. Ir. H. M. Yusuf S. Barusman berpesan kepada para wisudawan agar selalu menjaga nama baik almamater dan menghindari hal-hal yang merusak reputasi diri sendiri.

“Semoga keberhasilan ini menjadi titik awal untuk Anda berkiprah di masyarakat dengan terus-menerus berlayar dan selalu menjaga nama baik almamater serta hal-hal yang merusak reputasi anda,” ujar Yusuf.

Dari para wisudawan, ada enam wisudawan terbaik, yakni Desriani Hadi dari Program Studi Akuntansi (IPK 3,93); Elisa Zakaria dari Program sSudi Ilmu Komunikasi (IPK 3,98); Theresia Catheline Adelia dari Program Studi Sistem Informasi (lPK 3,94).

Abid Yoga Pangestu dari Program Studi Teknik Sipil (IPK 3,54); Novi Yanti dari program studi Pendidikan Bahasa Inggris (IPK 3,90); Ulfatun Hazanah dari Program Studi Ilmu Hukum (IPK 4.00).

Sedangkan untuk S2, ada 10 mahasiswa memperoleh predikat wisudawan terbaik, yakni Martinus Wahyu Purnomo dari Program Studi Manajemen (IPK 4.00); Restu Yuniarti dari Program Studi Manajemen (IPK 4.00).

Dwi Herinanto dari Program Studi Hukum (IPK 4.00); Aryana Wisastra dari Program Studi Hukum (IPK 4.00), Asep Suherlan dari Program Studi Hukum (IPK 4.00); Harunur Rasyid dari Program Studi Hukum (IPK 4.00).

Merwansyah dari program Studi Hukum (IPK 4.00); Anggiat Sahat dari Program Studi Hukum (IPK 4.00); Lilil Ariyanto dari Program Studi Teknik (IPK 3.79), serta Ade Meiliana Sari dari Program Studi Ilmu Administrasi (IPK 4.00).

Atasi Pengangguran

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menggandeng perguruan tinggi (PT) negeri dan swasta ikut mengantisipasi pengangguran dengan Program Anak Muda Berjaya melalui Gerakan Malu Menganggur.

Saya mengajak para perguruan tinggi yang mempunyai ahli-ahlinya bisa bekerjasama. Hasil produksi kita sangat melimpah, hal ini yang menjadi pintu masuk untuk berwirausaha,” ujar Arinal.

Gubernur Arinal mengatakan, Pemprov Lampung memberikan kesempatan yang luas bagi Perguruan Tinggi  untuk bersinergi bersama Pemerintah Provinsi (pemprov) Lampung dalam mengembangkan dunia usaha khususnya pada sektor pertanian yang menjadi keunggulan Provinsi Lampung.

Menurut Gubernur, data BPS hingga Februari 2019 menunjukkan jumlah pengangguran di Provinsi Lampung mencapai 174 ribu orang lebih.

Untuk itu, dirinya bersama Wakil Gubernur Lampung Chunusnia akan terus berupaya menekan angka tersebut selain dengan menumbuhkan wirausaha baru, Pemprov Lampung juga akan menggalakkan Gerakan Malu Menganggur.

Guna mencetak sumber daya yang berkualitas, Pemprov Lampung juga akan  meningkatkan kualitas dunia pendidikan dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi melalui smart school.

Gubernur berpesan agar para lulusan dari perguruan tinggi memiliki karakter yang tangguh, pemikiran yang visoner, mandiri serta kreatif dan inovatif yang dapat menciptakan peluang usaha yang baik.

Jangan tergantung menjadi pegawai negeri. Di bidang usaha juga bagus. Maka dari itu kembangkan kreativitas dan menciptakan ekonomi kreatif. Jangan sampai lulusan jadi pengangguran, kalangan muda kita harus bangkit,” tegas Arinal.

Sementara itu, Rektor UBL M. Yusuf Barusman memberi apresiasi yang tinggi atas kehadiran dan perhatian yang diberikan Gubernur Lampung atas dunia pendidikan. 

“Tahun ini, UBL berhasil mewisuda 786 mahasiswa yang terdiri dari 494 Program S1 dan 292 Program Pascasarjana,” jelas Yusuf. [hms]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here