23.3 C
Bandar Lampung
Jumat 7 Agustus, 2020 05:24 WIB
Beranda PERISTIWA GMBI-PP Bentrok Gara-Gara Buku Nikah Tak Kunjung Selesai Di KUA Tanjungbintang

GMBI-PP Bentrok Gara-Gara Buku Nikah Tak Kunjung Selesai Di KUA Tanjungbintang

Kapolsek Tanjungbintang AKP Talen Hapis ikut melerai bentrok antarkelompok massa di Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (29/7), pukul 11.30 WIB.

LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) bentrok dengan Ormas Pemuda Pancasila setempat dipicu buku nikah seseorang yang tak selesai di Kantor KUA Tanjung bintang sejak 2012.

Kapolsek AKP Talen Hapis ikut membubarkan massa. Kepolisian juga membawa beberapa anggota LSM GMBI untuk dimintai keterangan ke Polsek Tanjungbintang.

Hingga pukul 22.00 WIB, beberapa anggota LSM GMBI masih dimintai keterangan, kata Kaditpamprov GMBI Lampung Ipung kepada Kantor Berita RMOLLampung.

Dikatakan pula olehnya, Kapolsek AKP Talen Hapis tak mengalami luka akibat peristiwa tersebut seperti pemberitaan sejumlah media online.

Ipung mengirimkan video kepada Kantor Berita RMOLLampung ketika AKP Talen Hapis sedang menguasai keadaan saat peristiwa tersebut.

“Saya sudah kordinasi dgn Jatanras Polda Lampung dan Polres Lampung Selatan atas peristiwa tersebut,” ujarnya sambil terus memantau pemeriksaan terhadap anak buahnya di Polsek Tanjungbintang.

Dikabatkan pula, ada dua anggota Ormas Pemuda Pancasila mengalami luka bagian hidung akibat bentrokan di Lapangan Sri Tanjung, Kecamatan Tanjungbintang itu.

Aparat kepolisian berhasil menguasai keadaan dan mengamankan beberapa anggota LSM GMBI/Foto RMOLLampung

Menurut warga, bentrokan berawal dari tak kunjung keluarnya buku nikah seorang warga Desa Wawasan, Kecamatan Tanjungsari oleh Kantor KUA sejak 2012.

Permasalahannya akhirnya diselesaikan oleh petugas di dalam Kantor KUA. Namun, entah kenapa, keluar kantor, massa GMBI orasi bernama provokasi.

Sementara di sampingnya, ada Ormas Pemuda Pancasila yang jadi ikut tersulut emosi. Susana jadi panas hingga terjadilah gesekan tersebut.

Polres Lampung Selatan turun menguasai keadaan. Mereka berjaga-jaga agar tak terjadi bentrok susulan di sekitar lokasi peristiwa.

 

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Translate »