Pelabuhan Panjang dapat berkembang pesat sekaligus memberikan pemasukan besar bagi Lampung dan Indonesia jika dibangun exit (eksit) Tol Trans Sumatera (JTTS), kata GM PT Pelindo II Cabang Pajang Drajat Sulistyo.

“Bukan enggak mungkin jalan tol itu bisa tembus sampai ke sini, Pematang (lokasi jalan tol) ke sini (Pelabuhan Panjang) sekitar delapan kilometeran,” katanya kepada Kantor Berita RMOLLampung di kantornya, Rabu (18/12).

Dia yakin dengan adanya jalan keluar (exit tol) tersebut bisa semakin meramaikan arus jasa angkutan dari berbagai daerah Sumatera bagian Selatan memanfaatkan jalan tol ke Pelabuhan Panjang atau sebaliknya dari Pelabuhan Panjang ke berbagai provinsi di Sumatera,” kata Drajat Sulistyo.

Dengan sendirinya, volume angkutan Pelabuhan Panjang dapat meningkat dan berimbas tumbuhnya jasa-jasa pendukung aktivitas pelabuhan, seperti jasa gudang-gudang penampungan dan lahan-lahan untuk jasa angkutan, kontainer dan truk, katanya.

Selain itu, kata Drajat, para eksportir dan importir akan bisa lebih praktis dan hemat lewat Pelabuhan Panjang.

Mereka yang ingin mengirim barang tak harus mengirim barang satu kontainer. Jasa pengiriman bisa melayani dengan digabung barang yang hendak dikirim ke tujuan yang sama, katanya.

Drajat yakin dengan sendirinya tumbuh pula sentra industri-industri

Dia mengaku sempat melempar wacana akses jalan keluar tol menuju Pelabuhan Panjang kepada Luhut Panjaitan dan PUPR.

Dia berharap wacana ini akan teralisasi kelak untuk menjadikan Pelabuhan Panjang sebagai aset besar bagi Provinsi Lampung, Sumatera bagian Selatan, dan Indonesia.

“Pelabuhan Panjang dapat menjadi pelabuhan kedua setelah Tanjung Priok,” katanya.

Dalam kunjungannya ke Pelabuhan Panjang, Selasa (10/12), Ketua DPD RI La Nyala Mahmud Mattalitti melihat potensi luar biasa jika dikembangkan lagi Pelabuhan Panjang

Mattalitti dan rekan-rekannya berjanji akan memperjuangkan pengembangan daerah.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here