Veri Agusli HTB/RMOLLampung

Fraksi Partai Gerindra DPRD Lampung meminta Pemprov memperhatikan kesejahteraan petani kopi di Lampung.

Apalagi, diketahui ekspor kopi asal Lampung di periode Januari-Juli 2019 mencapai 90,2 ton atau senilai Rp 1,8 triliun.

“Memang harus diakui kaum petani kurang diperhatikan, terutama petani kopi. Padahal Lampung salah satu daerah pengekspor kopi terbesar,” kata Anggota Komisi II DPRD Lampung, Veri Agusli HTB, kepada Kantor Berita RMOLLampung, Rabu (19/2).

Besarnya jumlah ekspor kopi asal Lampung haruslah sebanding dengan kesejahteraan kaum petani kopi sambung Veri, jangan sampai keuntungannya dinikmati kalangan tertentu saja.

“Pemerintah harus betul-betul memperhatikan kesejahteraan petani kopi, misalnya tetap menjaga stabilitas harga saat panen. Jadi, jangan sampai petani kopi seperti dipermainkan,” ungkap wakil rakyat asal dapil Tuba, Tubabar, dan Mesuji.

Sebelumnya, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM, Victoria Br Simanungkalit mengatakan ekspor kopi asal Lampung di periode Januari-Juli 2019 mencapai 90,2 ton atau senilai Rp 1,8 triliun.

Hal ini disampaikan dalam seminar Merealisasikan Peluang Ekspor Produk Indonesia ke Eropa Barat dan Selatan di Hotel Sheraton Bandarlampung, Selasa (18/2).

“Lampung adalah pemasok kopi robusta terbesar di Indonesia dengan produksi rata-rata 100 ribu-120 ribu ton per tahun dengan luas kebun 163.837 ha,” jelasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here