Pelabuhan Panjang, Lampung/Net

. Pelabuhan Panjang, Provinsi Lampung sudah ditetapkan sebagai pelabuhan internasional. Kualitas pelayanan dan kualitas lingkungan di seluruh area pelabuhan, terus menerus ditingkatkan. Sebuah upaya memantapkan diri menuju gerbang laut perdagangan internasional.

Terkini, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Panjang dan Indonesia Port Corporation (IPC) Panjang meluncurkan kapal pembersih sampah, KM Telok Betong.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengapresiasi upaya KSOP Panjang dan IPC Panjang yang telah menyediakan kapal pembersih sampah. Sebuah upaya untuk mengantisipasi pencemaran, menjadikan laut bersih.

“Ini merupakan contoh yang baik. Kabupaten/kota tentu harus dapat mencontoh hal ini agar sampah dari hulu ke hilir dapat terkelola dengan baik,” kata Arinal.

Pada acara pencanangan laut bersih dan peluncuran kapal pembersih sampah di Dermaga B Pelabuhan Panjang, Bandarlampung, Rabu 31 Juli 2019, Arinal saat menjadi inspektur upacara.

KM Telok Betong
Peluncuran KM Telok Betong pada 13 Juli 2019 lalu/Net

Arinal berpesan kepada Bupati Pesawaran, Lampung Selatan, dan Wali Kota Bandarlampung bersama-sama menjaga lingkungan dengan membuat peraturan daerah terkait larangan pembuangan dan pengelolaan sampah. “Pemprov Lampung juga akan turut membuat perda terkait hal ini,” kata dia.

Pembentukan energi terbarukan, kata gubernur, salah satunya dengan bahan bakar sampah sudah menjadi inisiasinya. Sekaligus dalam rangka mewujudkan tata kelola yang baik di Lampung.

“Kami akan menentukan titik lokasi tempat pengelolaan sampah menjadi energi terbarukan. Bahkan kami sudah mendapatkan sumber pembangunan terkait energi terbarukan ini,” kata Arinal.

Kementerian Maritim sangat mendukung dan sudah menentukan Provinsi Lampung sebagai provinsi pertama yang mendapatkan alokasi anggaran untuk melakukan langkah tersebut.

Sementara itu, General Manager IPC Pelabuhan Panjang, Drajat Sulistyo, menjelaskan, program laut bersih akan dimulai sejak Rabu 31 Juli 2019. Kapal pembersih sampah akan bekerja membersihkan laut.

Drajat Sulistyo, General Manager PT Pelabuhan Indonesia II Persero (IPC) Cabang Panjang/Net

General Manager IPC Pelabuhan Panjang menjelaskan, ketika sampah diangkut menuju daratan, maka di daratan harus tersedia tempat penampungan akhir. Sehingga tidak terjadi penumpukan sampah di darat. Sehingga tidak menjadi masalah baru.

Drajat berharap pemerintah daerah mendukung dengan membuat peraturan daerah terkait larangan kepada masyarakat untuk membuang sampah ke sungai dan laut.

“Diharapkan pemerintah daerah mendukung dengan membuat Perda terkait larangan pembuangan sampah sembarangan,” terang Drajat.

Guna mewujudkan gerbang laut internasional, Pelabuhan Panjang sudah disandari kapal dagang interinasional berkapasitas 3.000 kontainer . Dengan masuknya kapal dagang internasional ke  Pelabuhan Panjang maka komoditas pertanian langsung  dikirim ke luar negeri, tanpa harus transit ke Jakarta atau pun Surabaya. Komoditi agrobisnis dari Provinsi Lampung dan wilayah Sumatera bagian Selatan, seperti kopi, kakao, karet, dan komoditas hasil pertanian lainnya langsung menuju negara pemesan.

Bersandarnya kapal peti kemas sepanjang 241 meter ini menandakan Terminal Peti Kemas Pelabuhan Panjang, sudah semakin mapan dalam melayani perdagangan internasional.

Berubahnya pelabuhan Panjang, terang Drajat, menjadi pelabuhan internasional sangat menguntungkan masyarakat Lampung, khususnya masyarakat pertanian.

Selain itu, dengan merapatnya kapal keagenan match sepanjang 241 meter dan berkasitas angkut 3.000 kontainer, membuktikan Pelabuhan Panjang semakin dipercaya oleh dunia internasional sebagai salah satu pelabuhan kelas dunia.

Menurut dia, Pelabuhan Panjang akan melakukan peningkatan improvisasi kinerja secara terus menerus. Baik dalam aspek kinerja pelayanan maupun kapasitas bongkar muat.

“PT Pelabuhan Panjang terus berbenah diri. Salah satunya bagaimana bisa menghadirkan kapal yang memang berkapasitas besar untuk menampung kegiatan ekspor dan impor yang ada di wilayah Panjang, khususnya Provinsi Lampung,” ungkap General Manager IPC Pelabuhan Panjang.

Tak hanya kali itu saja, Pelabuhan Panjang juga pernah kedatangan kapal ‘raksasa’ berkapasitas 4.000 TEUs (standar peti kemas 20 kaki) secara perdana pada Senin 25 Maret 2019 lalu.

Kapal ini merupakan kapal ‘raksasa’ yang pertama kali bersandar di Pelabuhan Panjang. Bahkan, kapal ini merupakan kapal besar perdana yang konsisten secara mingguan melayani pelayanan logistik di Pulau Sumatera.

“Kapal ini adalah kapal terbesar yang konsisten, yang bersandar di Pulau Sumatera. Beberapa waktu lalu di Kuala Tanjung, bersandar kapal yang besarnya sama, tapi itu servicenya belum weekly,” kata SVP Operation IPC, David P Sirait di Pelabuhan Panjang.

Kapal raksasa Balthazar Schulte milik maskapai Maersk Line ini memiliki panjang 261 meter dengan ukuran 41.602 Gross Tonnage (GT). “Dia direct service dari Panjang ke Tanjung Priok, langsung Inter-Asia, ke China dan negara sekitar Asia,” jelas David.

Kehadiran kapal Balthazar Schulte, jelas David membuat logistik di sektor pelayaran akan lebih efisien, baik dari sisi waktu dan biaya. Sebab dengan kapal ini, maka logistik tak perlu lagi berhenti di Singapura, namun bisa langsung ke negara tujuan.

Pelabuhan Panjang,Lampung dibangun pada abad ke-17 oleh Pemerintah Hindia Belanda. Saat itu Belanda membangun pelabuhan yang dikenal dengan nama “Oesthaven” (Pelabuhan Panjang). Pelabuhan ini dibangun dengan dermaga sepanjang 200 meter, menggunakan konstruksi Caisson dengan kedalaman -7 m.LWS beserta satu unit gudang seluas 1.000 m2.

Kemudian berkembang menjadi pelabuhan besar di Pulau Sumatra dan berperan sebagai urat nadi pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung hingga saat ini.

Berada pada titik persilangan Pulau Sumatera dan Pulau Jawa, Pelabuhan Panjang merupakan pelabuhan yang sangat prospektif pada masa mendatang. Luas areal lahan pelabuhan masih dapat dikembangkan untuk kerja sama pembangunan berbagai terminal guna melayani kebutuhan pengguna jasa kepelabuhanan.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here