29.9 C
Bandar Lampung
Sabtu 6 Juni, 2020 15:42 WIB
Beranda DAERAH Fokus Atasi Covid-19, Tunda Dulu Pilkada Serentak 2020

Fokus Atasi Covid-19, Tunda Dulu Pilkada Serentak 2020

Penggiat sosial kesehatan dan politik Reagen usul agar Pilkada Serentak 2020 dibatalkan atau diundur mengingat merebak luar biasa wabah corona ke berbagai provinsi.

“Lebih baik, dana yang menghabiskan triliunan tersebut dialihkan dulu buat mengatasi wabah yang mengancam rakyat,” katanya kepada Kantor Berita RMOLLampung, Sabtu (21/3).

Jadi, tak hanya menunda  tiga tahapannya saja seperti yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI karena adanya wabah virus corona.

“Kita menunda tiga tahapan penyelenggaraan pilkada,” ujar Komisioner KPU Viryan Aziz, Sabtu (21/3).

Presidium Alumni ISMKI (Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia) meminta Depdagri, DPRD, KPU, Bawaslu, dan pemangku kepentingan menunda Pilkada 2020.

dr. Reagen (baju batik tengah) bersama para pengurus ISMKI/ Foto ISMKI.

Paramedis saat ini, kata rekawan Presiden Joko Widodo itu, membuntuh peralatan dan obat-obatan yang cukup menyedot biaya besar untuk mengatasi wabah covid-19.

“Demi kepentingan rakyar, kami berharap para penyelenggara negara duduk bersama membicarakannya agar Pilkada Serentam tanggal 23 September 2020 dimundurkan saja,” katanya.

Sehingga, pemerintah, elemen masyarakat, dan masyarakat itu sendiri bisa lebih fokus menghadapo endemi virus corona yang telah memporak-porandakan beberapa negara, katanya.

KPU Tunda Tiga Tahap Pilkada

“Ketimbang menyelenggarakan pilkada, lebih baik dana yang begitu besar dialihkan dulu buat mengatasi wabah virus corona atau covid 19,” tandasnya.

KPU RI telah menunda tiga tahapan pelaksanaan Pilkada 2020. Penundaan itu untuk mencegah penyebaran virus corona.

Viryan menjelaskan tiga tahapan yang ditunda itu ialah pelantikan panitia pemungutan suara (PPS), verifikasi bakal calon perseorangan rekrutmen PPDP, serta pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih.

“(Ditunda) sampai waktu yang akan ditentukan kemudian dengan pertimbangan tersebut,” ujarnya.

Namun, untuk pemungutan suara, belum diputuskan ditunda atau tidak. “Belum tentu, kita melihat perkembangan COVID-19,” ujar Viryan.

“Termasuk bagaimana mengatur mekanisme kampanye jika nanti situasinya tak seperti yang diharapkan, misalnya masa di mana penyebaran virus itu makin panjang,” kata Komisioner Bawaslu Mochammad Afifuddin di kantornya yang disiarkan di akun Facebook Rumah Pemilu, Rabu (18/3).

Sebelumnya, Bawaslu akan membahas aturan kampanye di Pilkada 2020 yang disesuaikan dengan kondisi merebaknya virus corona.

Kampanye biasanya dilakukan secara ramai-ramai secara terbuka, tetapi dalam kondisi wabah corona diharuskan menghindari kontak fisik dengan masyarakat.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

KPU Gelar Uji Publik Pilkada 2020 Secara Virtual

   Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar uji publik terkait rancangan Peraturan KPU (PKPU) tentang Pilkada Serentak 2020 dalam kondisi...

Herman HN: Pilkada 2020 Gunakan Anggaran Lama

Pemerintah bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyepakati Pilkada 2020 yang akan dilaksanakan pada 9 Desember dengan menggunakan...

Petisi Online Tolak Pilkada 2020 Tembus 10 Ribu Tanda Tangan

 Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 yang diputuskan pemerintah tetap berlangsung tahun ini ditolak oleh Koalisi Masyarakat Sipil Untuk Pilkada...

KPU Waykanan Rencana Tambah TPS Pada Pilkada 9 Desember

 Menindaklanjuti pilkada yang akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Waykanan menyusun beberapa rencana kegiatan.
Translate »