Firmansyah/Ist

 Bakal Calon Wali Kota Bandarlampung Dr. (Cam) Ir. H. Firmansyah Y. Alfian, MBA., M.Sc. mengajak semua warga agar lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, dengan memperkuat ketauhidan.

“Niat saya maju sebagai Wali Kota intinya untuk beribadah, mengajak warga membangun kota di segala bidang secara berjamaah. Mengajak semua warga Kota Bandarlampung amar maruf nahi munkar (mengajak pada kabaikan dan mencegah kemunkaran),” kata Firmansyah, Rabu (18/3).

Apalagi, lanjut Firmansyah, di tengah wabah Virus Corona, bukan hanya di belahan dunia, Indonesia, di Bandarlampung juga warga merasakan dampaknya.

“Ini saatnya kita lebih mendekatkan diri kepada Allah agar terhindar dari marabahaya dan bencana,” kata Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Lampung itu.

Menurut Rektor Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya itu, segala yang terjadi sudah ditetapkan Allah SWT. Begitu pun mewabahnya Virus Corona, juga tak lepas dari ketetapan sang khalik.

“Maka yang terpenting, bagaimana caranya agar kita bisa mengambil pelajaran dari setiap peristiwa yang terjadi,” kata Bang Firman—panggilan akrab Firmansyah.

Bang Firman yang berpasangan dengan Prof. Dr. Ir. RA. Bustomi Rosadi, M.S., ini juga mengatakan soal pembangunan kota lainnya.

Menurut dia, masih banyak potensi pendapatan yang bisa dioptimalkan pemerintah untuk meningkatkan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dengan mengoptimalkan potensi pendapatan, pemerintah tidak perlu melakukan peminjaman atau berhutang dengan perusahaan peminjamaan.

Menurut dia, berhutang kepada perusahaan peminjaman bukanlah sebuah solusi. Apalagi jika berhutang untuk membangun infrastruktur yang sifatnya bukan ungency.

Jika hal itu sudah dilakukan, misalnya kemudian terjadi force majeure yang memang membutuhkan anggaran besar dan mesti segera dilaksanakan, seperti peristiwa bencana alam, Pemda sebisa mungkin membangun komunikasi dengan pemerintah pusat.

“Biasanya, kalau untuk bencana alam ada bantuan anggaran dari pemerintah pusat. Jadi, saya rasa tidak perlulah melakukan peminjaman yang cukup besar. Apalagi kalau hanya untuk pembangunan infrastruktur. Karena infrastruktur itu sifatnya tidaklah urgent,” kata dia.

Di lain pihak, Prof. Dr. Bustomi Rosadi menjelaskan pihaknya akan membuat terobosan besar jika diberi amanat masyarakat memimpin kota ini bersama Firmansyah.

Menurut dia, pemuda adalah salah satu aset dearah dan negara yang perlu mendapat perhatian khusus. Sehingga, salah satu Program Bandar Lampung Cerdas Berjamaah adalah mengembangkan kreativitas anak-anak muda Bandarlampung.

Menurut Guru Besar Universitas Lampung (Unila) itu akan membangun Smart City dan akan memasang satu kelurahan satu Wifi gratis. Pihaknya akan bangun dan kembangkan Co-Working Space. Tujuannya, untuk kegiatan ekonomi anak-anak muda.

“Anak muda kan penuh kreativitas. Kami akan siapkan Co-Working Space untuk merangsang pertumbuhan startup-startup dan UMKM baru di Bandarlampung meningkatkan ekonomi masyarakat. Kitakan ada 126 kelurahan, ya akan kita bangun Co-Working Space di semua kelurahan itu,” kata Pria kelahiran Bandung, tahun 1949 dan Doktor lulusan Gifu University, Jepang.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here