Fenomena Langka di Lampung Barat, Hujan Es Sebesar Kelereng Rusak Atap Bangunan Warga

•DAERAH
externalexternalexternalexternal
Fenomena Langka di Lampung Barat, Hujan Es Sebesar Kelereng Rusak Atap Bangunan Warga
Hujan es di Lampung Barat/dok warga

Article Header ImageWarga Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat, dikejutkan dengan fenomena alam yang tidak biasa pada Minggu sore, 1 November 2026. 

Hujan yang awalnya turun seperti biasa mendadak disertai butiran es berukuran sebesar kelereng Fenomena tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. 

Butiran-butiran es tampak berjatuhan bersama derasnya air hujan, menciptakan pemandangan yang cukup mengejutkan sekaligus mengundang rasa penasaran masyarakat.

Sejumlah warga yang menyaksikan langsung peristiwa itu bergegas keluar untuk melihat fenomena tersebut. 

Bahkan, sebagian masyarakat tampak mengabadikan momen langka itu menggunakan kamera telepon genggam hingga merekam butiran es yang berjatuhan di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka.

Fenomena hujan es itu pun menjadi perbincangan masyarakat. Pasalnya, butiran es dengan ukuran menyerupai kelereng tersebut bukan hanya menarik perhatian, tetapi juga menimbulkan suara benturan cukup keras ketika menghantam atap rumah maupun bangunan warga.

Di balik fenomena yang mengundang perhatian tersebut, hujan es ternyata juga membawa dampak kerusakan terhadap sejumlah bangunan.

Salah satunya dialami Yobri, pemilik usaha konter yang berada di Pekon Padang Dalom, Kecamatan Balik Bukit. Atap bangunan konter miliknya mengalami kerusakan setelah dihantam butiran es yang turun saat hujan berlangsung.

Bahkan, setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan sejumlah titik pada bagian atap yang berlubang dengan diameter mencapai kurang lebih lima sentimeter.

Yobri mengaku tidak menyangka hujan yang terjadi pada sore itu akan disertai butiran es berukuran cukup besar hingga menyebabkan kerusakan pada bangunan tempat usahanya.

"Awalnya memang hanya terlihat seperti hujan biasa. Namun, tiba-tiba turun butiran es yang ukurannya kurang lebih sebesar kelereng. Suaranya terdengar cukup keras saat menghantam atap. Setelah hujan reda dan kami periksa, ternyata ada beberapa bagian atap konter yang berlubang, diameternya kurang lebih lima sentimeter," ungkap Yobri.

Menurutnya, kejadian tersebut cukup mengejutkan karena hujan es tidak hanya menjadi tontonan masyarakat, tetapi juga menimbulkan kerusakan yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan.

Peristiwa ini sekaligus menunjukkan bahwa fenomena cuaca yang terjadi secara tiba-tiba dapat menimbulkan dampak terhadap aktivitas dan bangunan milik masyarakat.

Fenomena ini dapat terjadi ketika arus udara naik yang kuat di dalam awan membawa tetesan air ke lapisan atmosfer bersuhu di bawah titik beku hingga membentuk butiran es sebelum akhirnya jatuh ke permukaan bumi.

Fenomena yang berlangsung di tengah aktivitas masyarakat pada Minggu sore itu menjadi perhatian tersendiri bagi warga Balik Bukit. Di satu sisi mengundang rasa penasaran karena keunikannya, tetapi di sisi lain menyisakan kerusakan pada bangunan yang terdampak.Article Image

Editor : Faiza Ukhti Annisa

Kata Kunci


Berita Terkait