Episode 6 - Van Joened Jalan Pagi, Bahagia


PAGI ini, Van Joened begitu bahagia. Pukul 05.00 pagi, langsung berangkat ke kantor. Tanpa ajudan dan pengawal. Komplek perkantoran yang menjadi pusat kekuasaannya, memang tidak begitu jauh. Hanya sekitar 30 menit, sambil jogging pagi, Van Joened tiba di kawasan kantor de gouverneur.

Sebelum menuju ruang kerjanya yang terletak di lantai 7, Van Joened singgah di booth kopi yang terletak di sepanjang Selasar, sebelum mencapai pintu ruang kerjanya.

Booth Kopi sengaja dirancang Van Joened ada di sepanjang Selasar. Semua pegawai, bila datang sebelum pukul 06.00 pagi, bisa menikmati Kopi hangat disini. Gratis. Sebuah kiat Van Joened agar pegawai gairah datang ke kantor tepat waktu. Meminimalisir korupsi waktu yang sudah berlangsung sejak lama.

Kebahagian Van Joened pagi ini, bukan tanpa alasan. Salah satunya, dia baru saja dianugerahi seorang putri. Anak ke enam. Proses kelahirannya berjalan normal. Tanpa operasi.

Tentu tidak hanya itu yang membuatnya bahagia. Setelah dua minggu melakukan perjalanan dinas. Studi banding ke berbagai negara. Van Joened memperoleh inspirasi. Mengembangkan komplek perkantoran De Gouverneur.

Pusat pengendalian kekuasaan Van Joened, kawasan perkantorannya, memang cukup asri. Maklum sisa peninggalan era kolonial. Terletak di tengah kota. Di pinggir sungai besar. Jejeran pohon Mahoni, Palem, Rambutan, Manggis, hingga Durian, membuat kawasan perkantoran rimbun. Gemericik air kolam ikan yang terbentang luas di halaman komplek perkantoran, membawa suasana tersendiri. Hampir dua hektar, luas kolam yang ada.

Kini Van Joened ingin menyulap kawasan perkantoran menjadi lebih sempurna. De Gouverneur berkehndak membangun Selasar. Letaknya disepanjang jalan menuju gedung. Dikiri-kanan Selasar, akan dihiasi berbagai bunga. Warna-warni. Berasal dari mancanegara.

"Bagaimana pendapat saudara tentang konsep ini," tanya Van Joened.

"Bagus sekali pak. Kawasan perkantoran kita akan menjadi contoh konservasi," jawab Muli Adi.

"Kalau setuju, saya tunjuk kamu yang menjadi koordinator pembangunan," perintah Van Joened.

"Siap pak," jawab Muli Adi.

"Saya beri waktu kamu tiga bulan untuk menyelesaikan semuanya. Soal pendanaan, segera ajukan dan koordinasikan ke rumah rakyat. Dana pembangunan Pasar Kliwon, alihkan ke proyek ini," ujar Van Joened memberi petunjuk.

"Siap pak," jawab Muli Adi.

Muli Adi bergerak cepat. Langsung berkoordinasi dengan para penghuni rumah rakyat. Rapat paripurna, langsung dilakukan sore hari. Gercep. Gerak cepat.

"Hebat. Fraksi kami menyetujui gagasan De Gouverneur. Juga menyetujui pengalihan anggaran yang diusulkan," ujar Mat Simon, dari fraksi Gergaji.

"Bila de gouverneur berkehendak seperti ini. Gagasan-gagasan yang cemerlang selalu dikomunikasikan, kami mendukung sepenuhnya. Tanpa basa-basi, kami setuju," sergah Kismindi, anggota fraksi Rindu Selalu.

Bila sikap positif De Gouverneur terhadap isu-isu terkini, seperti lingkungan hidup, anti korupsi, selalu ditampilkan ke depan, tutur Mat Simon, tentu kami mendukung. Menjadikan Kawasan Pabrik Permen, bebas korupsi. Menjaga lingkungan hidup.

"Isu-isu diatas merupakan masalah-masalah hati nurani manusia di era terkini. Pemimpin politik memang perlu memiliki wawasan luas. Pemimpin politik wajib memberikan contoh. Tidak tipis kuping. Apalagi baper-an. Pemimpin politik wajib memberi panduan moral buat rakyat. Ini sangat dibutuhkan generasi milenial," ujar Mat Simon panjang lebar. (Mat Simon memang tidak bisa pegang micropone. Maklum saja dia mantan penyanyi seriosa. Beralih profesi menjadi penghuni rumah rakyat).

Usai rapat di rumah rakyat, Muli Adi langsung menghadap Van Joened. "Anggota rumah rakyat setuju Pak," lapor Muli Adi tergagap-gagap.

"Bagus. Olah semua anggaran Pasar Kliwon untuk Selasar. Jika ada sisa, lapor," perintah Van Joened.

"Siap pak. Ada petunjuk lain pak," jawab Muli Adi.

"Atur tendernya. Kondisikan anak buah Aliong Kayu yang menang,"Van Joened memberi instruksi.

"Siap pak. Bila tak ada lagi, mohon izin," jawab Muli Adi.

"Silahkan," timpal Van Joened.

Publik mengetahui, anggaran perbaikan Pasar Kliwon sebesar 17 miliar lebih. Sementara proyek pembangunan Selasar hanya memerlukan dana 9 miliar. Tersisa 8 miliar.

Muli Adi pusing. Bukan karena pujian Van Joened. Mengatur sisa lebih anggaran merupakan pekerjaan berat. Butuh kehati-hatian. Dia tahu bossnya Raja Olah. Sementara Aliong Kayu menjadi pemborong. Kawan karib Van Joened.