23.1 C
Bandar Lampung
Minggu 12 Juli, 2020 03:14 WIB
Beranda OPINI VAN JOENED Episode 2 ÔÇô Joened: Memupuk Kebohongan, Meraup Setoran

Episode 2 ÔÇô Joened: Memupuk Kebohongan, Meraup Setoran

KABINET Van Joened sudah tersusun, hasilnya compang-camping. Hampir sebagian besar kepala dinas bingung. Merujuk visi dan misi, jauh panggang dari api. Merujuk sasaran dan program yang ingin dicapai, sulit dijangkau.

Ditengah situasi kebingungan kepala dinas yang demikian, tak ada tempat mereka mengadu. Berbincang dengan sekretaris daerah, susah. Sifatnya sama dengan De Gounerneur Van Joened. Merasa pintar sendiri. Tidak bisa mengelola teamwork. Bisanya hanya, me team, you work.

Sementara kepala dinas yang basah, penuh program dan anggaran, sibuk mengatur uang setoran ke Van Joened. Nah di sisi ini terlihat rasa anti korupsi Van Joened. Tak mematok jumlah setoran. Bahkan tak mau menerima setoran. Bakal makmur tampaknya rakyat di seluruh Kawasan Pabrik Permen punya De Gouverneur Van Joened.

Jangan gembira dulu. Apalagi untuk bersyukur. Van Joened memang tak mematok setoran. Enggan menerima setoran dari kepala dinas. Tapi…. melalui lingkaran dekatnya, setoran deras mengalir. Mulai dari Cis, Tanah, hingga Rumah di kawasan elit ibukota.

ÔÇ£Pegang saja. Yang penting gua tau catetannya. Mana yang punya gua, mana yang punya lu orang,ÔÇØ ujar Joened kepada orang kepercayaannya, Yuhardin. Kebetulan satu partai. Sama-sama Go-Kart.

Yuhardin, sejak era Ronald memang spesialis mengawal proyek di dinas didik-mendidik. Kepala dinasnya, kebetulan sohib akrabnya. Sama-sama hobby beternak mobil dan tanah, selain bonsai, Zulahli.

Lain lagi di dinas pembangunan jalan. Kepala Dinasnya, Muli Adi. Kawan dekat politisi Partai Gergaji, Muhlas Sampiran. Hanya saja, duduknya Muli Adi di dinas pembangunan jalan, bukan melalui Muhlas Sampiran.

Kebingungan Muli Adi beragam. Proyek-proyek yang sudah dilelang pada era Ronald, banyak yang dihentikan. Anggaran yang sudah tersedia, banyak tersisa. Sementara kontraktor yang jadi pemenang dijanjikan mendapat proyek baru. Kemana uang proyek yang tersisa? Nomenklatur anggaran tak mudah diubah begitu saja.

Sisa anggaran dan proyek baru inilah yang kemudian jadi bancakan. Agar aman, perlu melibatkan rumah rakyat. Kebetulan di rumah rakyat, ada beberapa anggota yang merangkap pemborong sekaligus pembohong.

Muli Adi pusing. Kaki tangan Van Joened, Aliong Kayu, Arni Albetok sudah meraup setoran kontraktor. Uang muka, bahasanya. Sementara kaki tangan De Gouverneur lainnya, Dede Rindu, Nisfu Afdol juga cawe-cawe. Meramaikan. Meramut uang setoran.

Hasil ramutan sudah melampaui jumlah anggaran proyek yang tersedia. Kontraktor ribut. Secara trengginas, Aliong Kayu menghubungi kaki tangan lamanya, Supli Alficis. Tentu agar tak masuk ruang publik. Media massa. Cis lagi.

Persoalan di dinas pembangunan jalan, memang tidak sederhana. Anak buah Muli Adi tak bisa diperintahkan sesuka hatinya. Maklum, masih banyak kaki tangan Ronald yang bercokol. Begitu juga di dinas sehat.

Hanya saja Rey Anna, kepala dinas sehat, cerdik memberi petunjuk anak buahnya. Rey berani memindahkan isi tabungan pribadinya ke tabungan Supli Alficis yang diandalkan untuk melindungi jabatannya. Selain memberi jatah proyek.

Hiruk pikuk uang setoran, sampai ketelinga Kelompok Penguak Koruptor. Van Joened di telpon. Diperingatkan.

Keberhasilan Van Joened memutasi kepala dinas, tampaknya belum sempurna. Masih perlu melakukan mutasi-mutasi di level bawah. Ketika merotasi level jabatan di bawah kepala dinas, de gouverneur kembali pada sifat aslinya.

Dilini ini, kembali kebohongan Joened dipertontonkan. Konsesi merotasi jabatan di bawah kepala dinas, sejak awal Van Joened berjanji menjadi tupoksi wakilnya, Ninik. Namun sang wakil tak ambil pusing. Ninik punya cita-cita lain. Apalagi dia mengetahui, gencarnya panggilan Kelompok Penguak Koruptor adalah buah kerja kaki tangan Van Joened.

Prilaku bohong Van Joened bisa ditengarai dari gayanya. Mengurangi informasi dan melebihkan fakta. Bila ditabulasi, dalam satu minggu, dari 100 orang yang dijumpai Joened, ada 30 orang yang dibohongi. Terlalu banyak pernyataan Joened yang tidak ditetapi alias diingkari.

Mengapa Van Joened suka berbohong?  Untuk mencari perhatian. Mengundang rasa simpati dan empati. Tentu saja karena takut disalahkan. Apalagi kini jadi De Gouverneur.

Berbohong memang merupakan ciri orang yang tidak percaya diri alias percaya dirinya rendah. Van Joened tak mampu menghadapi kenyataan. Apalagi rakyat di seluruh Kawasan Pabrik Permen mengetahuinya.

Duduk di kursi De Gouverneur, bukan karena memiliki kapasitas dan kapabilitas, apalagi integritas. Melulu karena money politics. Dan itupun bukan uang Joened. Uang kakaknya (beda ibu dan ayah), Mbak Pur. Sehingga berbagai kebohongan terus dilakukan. Van Joened berharap, masyarakat melihat dirinya keren.

Dalam dialog sederhana, setiap orang bisa menguji, bahwa Van Joened memiliki karakter pembohong. Bila berdialog, ketika anda bertanya sesuatu, Van Joened meminta pertanyaan itu diulang. Biasanya dengan kalimat: Apa? Sembari mendekatkan kepala. Publik pernah melihat ini semua, putarnya saja debat kandidat yang lalu.

Atau yang terkini, ketika Van Joened menyatakan di ruang publik, tak mengenal Adit, politisi kawakan partai Go-kart. Padahal publik mahfum, dulu…. kendaraan terkini pertama Joened, bekas milik Adit.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

┬áEpisode 7 ÔÇô Van Joened: Ini Yang Buat Gua Suka..

ÔÇ£WAJAH-wajah pribadi di tempat-tempat umum Lebih arif dan manis Daripada wajah-wajah umum di tempat pribadi ÔÇØ Dengan suara bariton, Van Joened memulai pengarahannya. Para pejabat-pejabat setingkat kepala...

Episode 6 ÔÇô Van Joened Jalan Pagi, Bahagia

PAGI ini, Van Joened begitu bahagia. Pukul 05.00 pagi, langsung berangkat ke kantor. Tanpa ajudan dan pengawal. Komplek perkantoran yang menjadi pusat kekuasaannya, memang...

Episode 5 ÔÇô Van Joened Berdjaja: Berapa Dapat Saya

BERDJAJA: Berapa Dapat Saya. Begitu cerita blue print yang disiapkan Raja Olah. Hanya tak semua bisa melaksanakan dengan baik. Juklak dan Juknis berubah sesuai...

Episode 4 ÔÇô Joened Menata Sarana Olah

SUKA atau tidak suka, perlu diakui, takdir Raja Olah memang patut disandang Van Joened, De Gouverneur. Ini sebagian kisahnya. Nun sebelum pemilihan de gouverneur, Tom...
Translate »