23.3 C
Bandar Lampung
Sabtu 6 Juni, 2020 03:02 WIB
Beranda DAERAH Enggan Dana Proyek Untuk Corona, Firmansyah Setuju Tunda Pilkada

Enggan Dana Proyek Untuk Corona, Firmansyah Setuju Tunda Pilkada

Firmansyah Y Alfian, salah seorang bakal calon wali Kota Bandarlampung, mendukung wacana penundaan Pilkada Serentak 2020 terkait wabah covid-19.

“Pilkada sebaiknya ditunda, alihkan dananya untuk membantu penanganan wabah covid 19,” ujarnya kepada Kantor Berita RMOLLampung, Jumat (27/3).

Firman, panggilannya, mengaku heran dengan para kepala daerah yang terkesan enggan mengalihkan dana infrastruktur buat penanganan wabah corona.

“Pada nggak mau ngalihin dana proyek infrastruktur, entah kenapa ya?” ujar Rektor Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya Dr (Can). Ir. H. Firmansyah Y. Alfian, MBA., M.Sc.

Pilkada 2020 ditunda agar danya dapat digunakan masing-masing daerah untuk mengatasi wabah corona, ujar bakal calon jalur perseorangan itu.

Sebelumnya, Firmansyah mengatakan jika memang peduli keselamatan masyarakatnya, pemerintah daerah dan kota mengalokasikan anggaran khusus.

Dia memperkirakan warga yang tertular virus sudah banyak di Lampung. Namun, lambannya pemerintah daerah, baru tiga yang diketahui positif, katanya.

Firman mengaku salut dengan pemerintah Makassar yang berani mengambil kebijakan sendiri untuk melindungi warganya menghadapi pandemi ini.

Mantan wakil rakyat ini juga melihat pemerintah masih belum hadir di tengah masyarakat.

Jika hanya berharap pada pemerintah pusat, dia khawatir penyebaran virus corona akan sulit ditangani kelak.

Senada dengan Firman, Prof. Dr. Ir. RA. Bustomi Rosadi, M.S, bakal calon wakilnya mengusulkan pemerintah segera mengalokasikan dana untuk kesehatan masyarakat.

Sebagai upaya antisipatif, kedua bakal pasangan kepala daerah itu meliburkan tim pemenangan selama dua minggu.

Pihaknya juga akan mengurangi aktivitas mengumpulkan banyak orang.

Di kampus kedua akademisi tersebut, Darmajaya, mereka telah mengalihkan proses belajar secara daring untuk membantu pemerintah pusat memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Sejak 23 Maret 2020 sampai dengan 15 April 2020, proses pembelajaran dan aktivitas karyawan dilakukan dengan memanfaatkan teknologi

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Belum Ada Instruksi Menteri, IIB Darmajaya Perpanjang Kuliah Online

 Rektor Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya Firmansyah Y. Alfian masih memperpanjang perkuliahan online hingga 30 Juni 2020.

IIB Darmajaya Peringkat Ke-76 Versi Webometrics

 Prestasi Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menempati peringkat ke-76 di Indonesia versi Webometrics 2020.

Pasien Covid-19 Tidak Menularkan Virus Corona Setelah 11 Hari

                                                  Pasien Covid-19 tidak lagi menularkan virus corona setelah 11 hari mengidap penyakit tersebut. Pernyataan ini dikeluarkan oleh Pusat...

H+1 Lebaran Corona Capai 22.750, Sembuh 5.642, Meninggal 1.391 Orang

 Penambahan kasus positif virus corona baru atau Covid-19 pada H+1 Lebaran hari ini mengalami peningkatan signifikan.Berdasarkan data yang...
Translate ┬╗