Kinerja ekspor Provinsi Lampung sepanjang Januari-Agustus 2026 menunjukkan pergerakan positif pada sejumlah komoditas, dengan bahan kimia organik mencatat pertumbuhan paling tinggi.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat, ekspor golongan bahan kimia organik meningkat 115,39 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pranata Komputer Ahli Madya BPS Provinsi Lampung, Hermawan Prasetyo, mengatakan peningkatan tersebut menjadi yang tertinggi di antara 10 golongan barang utama ekspor nonmigas Lampung selama Januari-Agustus 2026.
"Untuk sepuluh barang utama nonmigas Januari-Agustus 2026, golongan bahan kimia organik mengalami peningkatan tertinggi sebesar 115,39 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," jelas Hermawan.
Di sisi lain, golongan karet dan barang dari karet menjadi komoditas yang mengalami penurunan terdalam, yakni sebesar 34,37 persen dibandingkan Januari-Agustus 2025.
Secara keseluruhan, nilai ekspor Provinsi Lampung pada Januari-Agustus 2026 mencapai US$4,28 miliar. Khusus Agustus 2026, nilai ekspor Lampung tercatat sebesar US$683,27 juta.
Dari sisi sektor, ekspor industri pengolahan menjadi salah satu penopang kinerja perdagangan Lampung. Nilai ekspor sektor ini selama Januari-Agustus 2026 tumbuh 7,98 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, sektor pertambangan dan lainnya mencatat pertumbuhan lebih tinggi, yakni 32,28 persen.
Namun, sektor pertanian justru mengalami kontraksi. Nilai ekspor sektor tersebut turun 34,15 persen dibandingkan periode Januari-Agustus 2025.
Untuk negara tujuan, Amerika Serikat menjadi salah satu pasar utama ekspor Lampung dengan nilai mencapai US$491,55 juta selama Januari-Agustus 2026. Pakistan menyusul dengan nilai ekspor sebesar US$322,76 juta. 
